LPTP

Praktik Pemangkasan Pohon dan Pembuatan Mikroorganisme Lokal

Praktik Pemangkasan Pohon dan Pembuatan Mikroorganisme Lokal

Boyolali, 3 November 2026. Bersama dengan perwakilan kelompok tani dari Desa Sangup, Desa Pagerjurang, dan Desa Sukorejo, LPTP melanjutkan Sekolah Lapang (SL) Agroforestri pertemuan kelima di Desa Pagerjurang Boyolali.

Pertemuan kali ini difokuskan pada praktik pemeliharaan tanaman melalui teknik pemangkasan pohon (pruning) serta pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai upaya meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung produktivitas lahan agroforestri.

Difasilitasi oleh Aziz fasilitator LPTP, peserta mendapatkan materi dan praktik pemangkasan pohon. Kegiatan ini bertujuan untuk merangsang pembentukan bunga dan buah, mengurangi cabang yang tidak produktif, serta mengatur pertumbuhan tajuk tanaman agar memperoleh pencahayaan dan sirkulasi udara yang lebih baik. Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik pemangkasan sesuai dengan jenis dan kondisi tanaman di lahan masing-masing.

Pada saat yang bersamaan peserta diajak untuk melakukan praktik pembuatan mikroorganisme lokal (MOL), yang difasilitasi oleh Titik fasilitator LPTP. Pembuatan MOL bertujuan menyediakan sumber mikroorganisme yang dapat membantu meningkatkan aktivitas biologis tanah, terutama dalam proses penguraian bahan organik. Aktivitas mikroorganisme yang baik akan mendukung pembentukan unsur hara yang lebih tersedia bagi tanaman serta memperbaiki kondisi tanah sehingga penyerapan pupuk dapat berlangsung lebih optimal.

Hasil praktik selain akan diaplikasikan di desa masing-masing, fasilitator juga mendorong bisa diproduksi secara masal dan bisa dijadikan sumber bisnis baru bagi kelompok. Tujuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kelompok tani sekaligus dapat memanfaatkan sumber bahan lokal yang tersedia sebagan bentuk kemandirian.

Selain praktik teknis, pertemuan kelima juga membahas rencana tindak lanjut pengembangan sekolah lapang. Salah satu kesepakatan yang menjadi perhatian adalah perluasan areal demplot agroforestri di masing-masing desa, yaitu Sangup, Pagerjurang, dan Sukorejo. Demplot tersebut direncanakan menjadi lahan percontohan sekaligus media belajar bersama bagi anggota kelompok tani dalam menerapkan berbagai pola dan teknik agroforestri.

Melalui pengembangan demplot di setiap desa, proses pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertemuan sekolah lapang, tetapi dapat berlanjut melalui praktik langsung, pengamatan pertumbuhan tanaman, dan pertukaran pengalaman antarpetani.

Sekolah Lapang Agroforestri ini menjadi ruang belajar bersama bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola lahan secara produktif dengan tetap memperhatikan fungsi ekologisnya. Dengan demikian, penerapan agroforestri diharapkan mampu mendukung peningkatan hasil usaha tani sekaligus menjaga kelestarian tanah dan lingkungan di kawasan lereng Merapi.

Oleh Titik SR dan Aziz NA

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top