Sragen, 31 Agustus 2026 – Community Learning Center yang dikembangkan oleh LMDH Banyurip Lestari dan KUPS Kembang Pilang Desa Banyurip bersama LPTP-KEHATI telah memasuki babak baru. Pada tahap ini, komunitas mulai melangkah untuk penyusunan kurikulum pusat belajar Perhutanan Sosial Komunitas. Kurikulum diperlukan agar proses pembelajaran memiliki arah yang jelas, mulai dari tujuan, materi, metode, media, praktik, hingga evaluasi pembelajaran.

Workshop penyusunan yang difasilitasi oleh LPTP dan dinarasumberi Muslim Afandi, selaku praktisi konservasi dan berpengalaman dalam membangun pusat belajar berbasis komunitas ini lebih menekankan bahwa pusat belajar harus memiliki karakter diantaranya, berbasis potensi lokal, pemanfaatan pengalaman masyarakat, dan keterlibatan multipihak.
“kurikulum dalam hal ini, tidak seperti pada pendidikan formal, tetapi panduan sederhana yang dapat diaplikasikan oleh komunitas” Ujar Muslim
Dalam workshop ini juga melibatkan peran perempuan dan pemuda, karena memiliki pengalaman dalam praktik teknis untuk menunjang pusat studi perhutanan sosial yang sedang dikembangkan. Penyusunan kurikulum ini dimulai dengan mengidentifikasi berbagai materi potensi lokal melalui diskusi partisipatif dengan dibagi kelompok diantaranya agroforestri, kelompok HHBK, konservasi, pekarangan, dan peternakan terpadu.
“Pengalaman tersebut perlu didokumentasikan dan dikembangkan menjadi sumber pembelajaran sehingga pengetahuan yang telah dimiliki masyarakat tidak berhenti pada individu atau kelompok tertentu, tetapi dapat dibagikan kepada anggota masyarakat lainnya, terutama generasi muda” Ujar Jarwanto Sekretaris LMDH Banyurip Lestari
Hasil workshop ini menjadi bahan penting dalam penyusunan draft kurikulum Pusat Belajar Perhutanan Sosial Komunitas, yang selanjutnya akan disempurnakan melalui proses pembahasan dan validasi bersama para pihak.
Oleh : Niken, Rinaldhi