
Sragen, 1 September 2026 — Setelah satu tahun menjalankan berbagai kegiatan pembelajaran, praktik budidaya, dan pengembangan usaha, Kelompok Kebun Bibit Desa (KBD) Tunas Bumi Manyar, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, mulai menunjukkan hasil nyata. Perkembangan tersebut tidak hanya terlihat dari meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota dalam budidaya tanaman, tetapi juga dari mulai berkembangnya pemasaran hasil panen kepada masyarakat.
Selama menjalankan kegiatan, KBD Tunas Bumi Manyar telah mampu memasarkan berbagai hasil panen sayuran kepada 70 rumah tangga dan 5 pedagang keliling. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan KBD mulai memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuka peluang usaha berbasis pekarangan dan pertanian lokal.
Berbagai komoditas telah diproduksi, antara lain sawi, kangkung, bayam, cabai, tomat, timun, pakcoy, serta sejumlah sayuran lainnya. Hasil produksi tersebut mulai memiliki pasar dan diterima oleh konsumen di sekitar Desa Manyarejo.
Namun, meningkatnya permintaan juga menghadirkan tantangan baru. Saat ini kapasitas produksi KBD belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Rata-rata produksi berbagai jenis sayuran mencapai sekitar 15 kilogram setiap kali panen. Jumlah tersebut masih belum mencukupi, terutama ketika permintaan dari pedagang keliling meningkat.
Kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi KBD untuk memperkuat sistem produksinya. Salah satu langkah yang direncanakan adalah menyusun jadwal penanaman dan pola produksi secara berkala. Melalui pola tanam yang lebih terencana, setiap komoditas dapat diproduksi secara bergantian sehingga ketersediaan sayuran dapat lebih terjamin.
Jadwal tanam juga diharapkan mampu mengurangi kekosongan produk dan menjaga kontinuitas pasokan, khususnya bagi pedagang keliling yang membutuhkan sayuran secara rutin. Dengan demikian, kegiatan budidaya tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mulai diarahkan pada pengelolaan usaha yang memperhatikan kebutuhan pasar.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, KBD Tunas Bumi Manyar terus memperkuat pengetahuan dan keterampilan anggota melalui berbagai kegiatan praktik. Salah satu fokus pembelajaran adalah pemanfaatan nutrisi alami untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Praktik tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen sekaligus mendorong sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Manfaat kegiatan KBD juga mulai berkembang melalui produk-produk hasil pelatihan dan praktik. Di antaranya berupa media tanam sebanyak 10 karung, sekam bakar 7 karung, serta sekitar 1.200 batang bibit tanaman. Bibit yang dikembangkan meliputi cabai, tomat, terong, pakcoy, seledri, selada, dan timun.
Hasil penjualan sayuran hingga saat ini diperkirakan telah mencapai Rp2,2 juta. Pendapatan tersebut tidak langsung dibagikan, tetapi terus diputar kembali sebagai modal produksi tanaman sayur. Pola ini menjadi bagian dari upaya KBD membangun siklus usaha yang berkelanjutan, sehingga hasil penjualan dapat digunakan untuk mendukung produksi berikutnya.
Kegiatan pembelajaran juga tidak berhenti di dalam kelompok. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh anggota KBD mulai dibagikan kepada masyarakat melalui praktik dan berbagi pengalaman. Salah satu dampaknya adalah terbentuknya kelompok KBD baru di wilayah RW 8 Desa Manyarejo.
Pembentukan kelompok baru tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas kegiatan budidaya, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mendorong pemenuhan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Masyarakat didorong untuk mulai menanam sayuran sendiri sehingga pekarangan dapat menjadi sumber pangan sekaligus ruang belajar keluarga.
Munculnya kelompok baru menjadi tanda bahwa keberadaan KBD Tunas Bumi Manyar mulai memberikan dampak yang lebih luas. KBD tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat produksi bibit dan sayuran, tetapi berkembang menjadi ruang belajar masyarakat untuk meningkatkan keterampilan budidaya, mengembangkan usaha, serta membangun kemandirian pangan dan ekonomi.
Memasuki tahun kedua, KBD Tunas Bumi Manyar diharapkan semakin memperkuat sistem produksi, memperluas jaringan konsumen, meningkatkan kualitas hasil panen, serta menjaga keberlanjutan perputaran modal usaha. Di saat yang sama, pengalaman yang telah diperoleh selama satu tahun diharapkan dapat terus ditularkan kepada masyarakat dan mendorong lahirnya kelompok-kelompok baru.
Dengan pengelolaan yang semakin terencana, KBD Tunas Bumi Manyar berpeluang berkembang bukan hanya sebagai kebun produksi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, produksi, dan pengembangan usaha pertanian masyarakat di Desa Manyarejo. Dari pekarangan, pengetahuan dan produksi berkembang; dari hasil panen, muncul peluang ekonomi; dan dari proses belajar, lahir kelompok-kelompok baru yang memperluas dampak bagi masyarakat.
Oleh Sri Wahyuning dan Eko