LPTP

Banyurip Kembangkan Pusat Studi Perhutanan Sosial Berbasis Komunitas Untuk Tingkatkan Ekonomi Desa

SRAGEN, 29/8/2026 – Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, melangkah lebih dekat dalam mewujudkan Community Learning Center (CLC) atau Pusat Belajar Perhutanan Sosial. Langkah strategis ini ditempuh guna mengoptimalkan berbagai potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga seni budaya, sebagai sarana edukasi berbasis komunitas dan peningkatan kesejahteraan warga.

Inisiatif tersebut diawali dengan gelaran Workshop Desain Pusat Belajar Perhutanan Sosial yang sukses memetakan ragam potensi desa secara partisipatif pada 22 Juli 2026 lalu. Pemetaan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Desa Banyurip, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Banyurip Lestari, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kembang Pilang, Karang Taruna, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah X, serta Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP).

Banyurip Kembangkan Pusat Studi Perhutanan Sosial Berbasis Komunitas Untuk Tingkatkan Ekonomi Desa

Potensi Melimpah Jadi Modal Utama

Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa Desa Banyurip memiliki aset sumber daya yang sangat memadai untuk dijadikan titik pembelajaran interaktif:

  • Pertanian & Perkebunan: Budidaya sayuran, tanaman umbi, buah-buahan, serta demplot sebagai lokasi praktik langsung.
  • Peternakan & Energi Terbarukan: Pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik, pembuatan pakan/silase, serta pemanfaatan biogas.
  • HHBK & Kewirausahaan: Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), kuliner lokal, serta ragam produk UMKM desa.
  • Kapasitas SDM: Warga lokal yang terampil dalam teknik pembibitan, sambung pucuk tanaman, hingga seni budaya.
  • Sarana Pendukung: Gedung kesenian, sekretariat LMDH, pos penyuluh kehutanan, TPS 3R, dan tempat pengolahan biogas.

Berbagai potensi tersebut turut mendapat respon positif dan peluang kemitraan dari berbagai instansi, seperti CDK Wilayah X, CV Abana Green Garden, PT Pupuk Indonesia, Pertamina Foundation, serta yayasan KEHATI dan LPTP.

Tindak Lanjut: Memantapkan Struktur dan Identitas Pusat Belajar

Agar hasil pemetaan potensi tak berhenti sekadar di atas kertas, para pemangku kepentingan menggelar pertemuan lanjutan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Sekretariat LMDH Banyurip Lestari, Dukuh Plosombo, Desa Banyurip.

“Pusat Belajar memiliki ciri khas berupa tempat belajar yang fleksibel, materi yang sesuai kebutuhan, sumber belajar yang terbuka, serta adanya aksi nyata setelah proses pembelajaran” Ujar Titik, Narasumber Workshop CLC

Workshop tindak lanjut ini difokuskan untuk membahas langkah-langkah operasional pengembangan CLC. Terdapat tiga fokus utama yang dirumuskan, yaitu konsep & jalur pembelajaran (Tracking), struktur pengelola dan identitas resmi.

“Ini menjadi langkah awal kami di Desa Banyurip untuk berbagi pengetahuan dan menggerakan ekonomi masyarakat desa Banyurip, di CLC ini nanti kita akan berusaha maksimal sambil terus belajar” Kata Jarwanto, Peserta CLC

Mewujudkan Pembelajaran Berkelanjutan Berbasis Masyarakat

Keberadaan CLC ini diharapkan menjadi ruang inklusif untuk saling bertukar pengetahuan, mempraktikkan inovasi perhutanan sosial, serta mempromosikan potensi lokal Banyurip ke khalayak luas.

Melalui sinergi erat antara masyarakat lokal, pemerintah desa, pendamping lapangan, serta mitra strategis, Pusat Belajar Perhutanan Sosial Desa Banyurip optimistis mampu berkembang menjadi sentra edukasi dan penggerak roda ekonomi perdesaan yang ramah lingkungan.

 

Oleh : Tim LPTP Banyurip-Sragen

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top