
Pasuruan – Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) bersama mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UIN Sunan Ampel Surabaya melaksanakan kegiatan kajian kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim di Desa Keboncandi, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam mendukung penguatan kapasitas desa menghadapi ancaman perubahan iklim.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh 11 mahasiswa MBKM dan 4 staf LPTP di kantor Lapangan YLPTP di Pasuruan. Dalam sambutannya, Vika selaku mahasiswa penanggung jawab tim MBKM menyampaikan bahwa salah satu tujuan program MBKM adalah mengembangkan potensi mahasiswa sesuai minat dan bakat melalui berbagai program experiential learning dengan jalur pembelajaran yang fleksibel.
“Melalui program MBKM ini, mahasiswa diharapkan mampu belajar langsung di lapangan, memahami persoalan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata sesuai bidang keilmuan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Fahruz selaku staf LPTP sekaligus dosen pamong MBKM menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat desa. Ia berharap kegiatan kajian kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan langkah mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Desa Keboncandi.
“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk belajar, tetapi juga diharapkan mampu memberikan inovasi serta kontribusi positif kepada desa melalui proses kajian yang dilakukan serta secara partisipastif melakukan penguatan aksi adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim,” ungkap Fahruz.
Kajian ini akan dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat dan pemangku kepentingan desa untuk mengidentifikasi berbagai potensi ancaman, tingkat kerentanan, serta dampak perubahan iklim yang dirasakan masyarakat. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam perencanaan pembangunan desa yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.
Oleh : Fahruzzaman