
Sragen — Semangat mewujudkan kedaulatan pangan keluarga kembali digaungkan melalui kegiatan Sinau Bareng Mewujudkan Kedaulatan Pangan dengan tema budidaya terong, timun, tomat, dan cabai. Kegiatan yang merupakan kunjungan Pokja III PKK ke Kebun Bibit Desa (KBD) Tunas Bumi Manyar ini diikuti ibu-ibu PKK, kader RT, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat Desa Manyarejo.
Dalam sambutanya, Ketua TP PKK Desa Manyarejo, Wiwik Indrawati menyampaikan apresiasi kepada KBD Tunas Bumi Manyar yang telah menggagas kegiatan pembelajaran budidaya sayuran sehat, sehingga nintinya dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Perwakilan Pemerintah Desa Manyarejo, Paimin, juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif untuk mendorong kemandirian pangan Masyarakat, melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayuran dapat menjadi solusi untuk menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan kualitas pangan keluarga.
Dalam acara tersebut, fasilitator LPTP, Zamzaini mengajak peserta memahami pentingnya kedaulatan pangan terkait dengan pengeluaran kebutuhan konsumsi rumah tangga. Daris diskusi ini diperoleh estimasi bahwa kebutuhan konsumsi pangan masyarakat Desa Manyarejo mencapai sekitar Rp12 miliar per tahun. Angka tersebut membuka kesadaran peserta bahwa salah satu cara menekan biaya konsumsi adalah dengan memproduksi pangan secara mandiri.
Kegiatan yang diselenggarakan di rumah pupuk KBD pada tanggal 10 Juni 2026 ini juga dihadiri Camat Plupuh, Budi Santosa, yang memberikan dukungan penuh terhadap gerakan budidaya pangan sehat. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penguasaan pangan menjadi kunci ketahanan masyarakat menghadapi berbagai situasi dan berharap model pembelajaran seperti di KBD Tunas Bumi Manyar dapat direplikasi di tingkat kecamatan.
Sebagai bentuk pengetahuan teknis, peserta diajak untuk melakukan membuat media tanam dari campuran kotoran hewan dan arang sekam, sekaligus mengenal penggunaan pupuk dan pestisida alami tanpa bahan kimia sintetis. Diakhir sesi peserta kemudian diajak menanam bibit sayuran di lahan KBD sekaligus panen bersama berbagai hasil kebun seperti kangkung, selada, tomat, cabai, dan pakcoy yang kemudian dibeli peserta sebagai bentuk dukungan terhadap hasil budidaya KBD.
Melalui kegiatan ini, KBD Tunas Bumi Manyar semakin menunjukkan perannya bukan hanya sebagai kebun bibit, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama yang mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat, mandiri, dan berdaya dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Oleh Eko KEY dan Sri Wahyuning