
Sragen. Sekolah Lapang (SL) Sayur di Kebun Bibit Desa (KBD) Manyarejo kembali menggelar pertemuan rutin pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan kali ini tidak hanya diisi dengan kegiatan praktik budidaya seperti panen sayuran dan pembuatan media tanam, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi mingguan (review) dan menyusun rencana tindak lanjut (RTL) sebagai bagian dari persiapan monitoring dan evaluasi program.
Agenda kegiatan meliputi panen pakcoy, bayam, dan kangkung, pembuatan media tanam, review kegiatan selama satu minggu terakhir, serta penyusunan rencana kegiatan untuk satu minggu ke depan. Melalui evaluasi tersebut, peserta diajak untuk mengetahui perkembangan kegiatan yang telah dilakukan, mulai dari jumlah tanaman yang dibudidayakan, biaya yang telah dikeluarkan, hingga hasil penjualan yang telah diperoleh.
Proses review difasilitasi oleh mahasiswa magang yang sedang belajar bersama di KBD Manyarejo. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator pencatatan kegiatan sekaligus membantu kelompok menyusun data yang dibutuhkan dalam proses monitoring dan evaluasi kegiatan.
Peserta diajak mengingat kembali berbagai aktivitas selama sepekan terakhir. Berbagai pekerjaan budidaya berhasil diselesaikan, antara lain pengisian media semai untuk dua bedeng, penyemaian selada dan daun bawang, pindah tanam sawi, tomat, pakcoy, dan selada yang berumur sekitar 15 hari, serta penyemaian 114 benih cabai rawit.
Selain itu, kelompok juga berhasil memproduksi arang sekam sebanyak 4,5 karung dari 5 karung bahan baku dan 6,5 karung dari 9 karung bahan baku lainnya. Sebanyak 12 karung kotoran hewan (kohe) juga telah digiling dan masih dalam proses fermentasi sebagai bahan pupuk organik. Berbagai kegiatan pendukung lainnya turut dilaksanakan, seperti pemasangan pembatas jalan menggunakan herbel, pemasangan pagar KBD, pencucian dan pelabelan tong, pemindahan tanaman cabai yang rusak, penyemprotan pupuk nitrogen, penyulaman tanaman pakcoy, hingga pembersihan tanaman tomat yang mati atau rusak.
Kelompok juga mulai merasakan hasil dari kegiatan budidaya melalui penjualan berbagai produk, di antaranya bibit pakcoy, sawi, selada, seledri, media tanam, serta hasil panen sayuran yang dipasarkan langsung kepada masyarakat.
Dalam sesi evaluasi, peserta secara terbuka menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain benih yang belum tumbuh optimal, kesulitan membedakan bibit pakcoy dan sawi saat masih muda, penyiraman yang belum merata, gangguan ayam terhadap tanaman, banyaknya tanaman yang roboh, kualitas media tanam yang menyebabkan tingkat kematian tanaman mencapai sekitar 25 persen, belum optimalnya penjadwalan tanam, serta tantangan dalam pemasaran hasil panen.
Berbagai solusi kemudian disepakati bersama. Kelompok akan memberikan label atau penanda pada setiap persemaian agar mudah dibedakan serta meningkatkan promosi dan penawaran hasil panen kepada warga sekitar untuk memperluas pemasaran.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kelompok menyusun rencana tindak lanjut untuk satu minggu ke depan. Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi panen pakcoy, kangkung, bayam, tomat, daun singkong, dan cabai, pembuatan raised bed, pencarian seresah sebagai bahan organik, serta pembuatan media tanam baru sebagai persiapan penanaman berikutnya.
Ketua kelompok, Urawan, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas semangat seluruh peserta dan menyambut kehadiran mahasiswa magang dari Universitas Slamet Riyadi (UNISRI). Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dalam berbagai kegiatan kolaborasi, termasuk rencana kunjungan masyarakat dan siswa sekolah dasar ke KBD.
Selain itu, Pak Urawan menyampaikan adanya pesanan sebanyak 20 ikat kangkung dari konsumen serta mengingatkan agar seluruh sayuran yang sudah siap segera dipanen. Setelah panen, bedengan diharapkan segera diperbaiki dengan penambahan arang sekam dan pupuk kandang fermentasi sebelum kembali ditanami agar siklus produksi tetap berjalan secara berkelanjutan.
Mahasiswa magang dan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISRI turut menyampaikan pemetaan potensi wilayah dan rencana kolaborasi edukasi bersama siswa SD Manyarejo melalui kunjungan belajar ke Kebun Bibit Desa. Kelompok menyambut baik gagasan tersebut dengan catatan bahwa koordinasi perlu dilakukan jauh hari sebelumnya agar seluruh persiapan dapat dilakukan secara maksimal.
Pada sesi penutup, fasilitator dari LPTP, Zamzaini mengingatkan pentingnya menerapkan rotasi tanaman sebagai bagian dari budidaya sayuran yang sehat. Menurutnya, lahan yang telah dipanen kangkung sebaiknya tidak langsung ditanami kangkung kembali, melainkan diganti dengan komoditas lain seperti pakcoy atau sawi untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
Oleh Sri Wahyuning dan Eko