
WONOSOBO – Sebuah langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan air kembali ditunjukkan di kawasan hulu Wonosobo. Pada Kamis (21/5/2026), bertempat di Desa Kuripan, dilaksanakan acara penyerahan reward dan Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL) kepada para petani yang telah berkomitmen penuh dalam membuat serta merawat rorak di lahan para petani.
Program ini merupakan bentuk apresiasi langsung terhadap kontribusi nyata para petani dalam menjaga kelestarian air dan mencegah erosi di lahan pertanian. Setelah melewati tahapan sosialisasi yang matang serta proses verifikasi ketat di lapangan, pembayaran jasa lingkungan ini diserahkan dengan nominal yang disesuaikan secara proporsional berdasarkan jumlah rorak yang dimiliki serta ketentuan bersama yang telah disepakati sebelumnya.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi kuat dari berbagai pihak yang terlibat aktif, mulai dari Pemerintah Desa melalui BUMDes, para Petani, Kelompok Tani, Aqua Wonosobo, hingga Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) sebagai mitra pendamping lapangan.
Rangkaian acara berlangsung secara transparan dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan penyampaian hasil verifikasi lapangan dan penjelasan mekanisme pembagian reward, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, pembacaan dokumen Nota Kesepahaman (MoU), serta puncaknya berupa penandatanganan kerja sama dan penyerahan reward secara simbolis kepada para petani pejuang lingkungan.
“Aqua itu bahan dasarnya adalah air, maka sebisa mungkin kita harus mengembalikan air ke dalam tanah dengan usaha-usaha yang juga bermanfaat kepada alam dan lingkungan seperti kegiatan pembuatan rorak dan konservasi ini,” ujar Pak Basuki.
“Komitmen Pak Tirto (pendiri Aqua) bahwa tanggung jawab perusahaan itu bukan hanya sampai di pintu gerbang saja, melainkan tanggung jawab sosial terhadap konservasi lingkungan secara luas. Saya menitipkan semua yang hadir di sini agar program ini berjalan terus,” tambahnya.
Beliau juga membagikan kabar baik bahwa Desa Kuripan kini menjadi sorotan positif bagi daerah lain. “Insyaallah apa yang ada di Kuripan ini selalu kita sampaikan ke luar dan mereka tertarik. Kita akan melakukan pertemuan forum konservasi dan mereka akan belajar di sini bersama dengan kita,” tutur Pak Basuki optimistis.
Senada dengan hal tersebut, Johan selaku perwakilan dari LPTP menekankan pentingnya pergeseran paradigma mengenai peran petani modern. Petani tidak lagi sekadar menanam untuk kepentingan ekonomi jangka pendek, melainkan aktor utama dalam menjaga ekosistem alam.
“Peran petani bukan hanya untuk menanam dan panen, tetapi juga memiliki tanggung jawab berupa sumbangsih kepada alam sebagai usaha-usaha yang dilakukan dalam kegiatan konservasi,” tegas Johan.
Kepala Desa Kuripan menyambut program ini dengan bangga. Beliau memuji model pendampingan yang dilakukan oleh Aqua bersama LPTP yang dinilai tidak hanya memberikan bantuan finansial sesaat, melainkan memberikan edukasi dan pendampingan yang melekat kepada masyarakat.
“Luar biasa program yang dijalankan Aqua selama ini, bahwa Aqua tidak hanya memberi tetapi juga mendampingi dalam menjalankan program bersama LPTP yang bermanfaat bagi masyarakat juga untuk alam yang nyata,” ungkap Slamet Kades Kuripan.
“Siapa yang memberi kemudahan bagi orang lain, insyaallah hidup kita dimudahkan oleh Allah. Terima kasih sudah memberikan yang terbaik untuk Kuripan selama ini, kami dari Kuripan akan selalu nyengkuyung (mendukung penuh) kegiatan yang ada di Desa Kuripan,” tutupnya.
Melalui program Pembayaran Jasa Lingkungan ini, Desa Kuripan kini bukan saja menjadi daerah pertanian yang produktif, melainkan bertransformasi menjadi laboratorium hijau tempat belajar konservasi air berbasis masyarakat di Kabupaten Wonosobo.
Oleh : Johan, Priyo, Lely, Laeli