LPTP

Dari Pantat Kambing Berubah Menjadi Cuan

Dari Pantat Kambing Berubah Menjadi Cuan

Sragen — 24 September 2026. Kelompok Kebun Bibit Desa (KBD) Tunas Bumi Manyar, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, terus mengembangkan pemanfaatan potensi lokal melalui pengolahan limbah ternak menjadi produk yang bernilai guna. Salah satunya dengan memproduksi pupuk berbahan dasar kotoran kambing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kelompok dalam memanfaatkan limbah peternakan yang tersedia di lingkungan masyarakat agar tidak terbuang percuma. Kotoran kambing yang sebelumnya menjadi limbah diolah menjadi bahan pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.

Kotoran Kambing Dihaluskan untuk Mempercepat Penguraian

Dalam proses pengolahannya, kotoran kambing yang sudah kering terlebih dahulu digiling atau dihaluskan. Tahapan ini dilakukan untuk memperkecil ukuran bahan sehingga proses penguraian atau fermentasi dapat berlangsung lebih efektif. Bahan yang lebih halus memiliki permukaan yang lebih luas sehingga mikroorganisme pengurai lebih mudah bekerja.

Pengolahan tersebut diharapkan membantu bahan organik lebih cepat terurai dan unsur hara yang terkandung di dalamnya menjadi lebih tersedia bagi tanaman setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.

Setelah dihaluskan dan diproses, pupuk kemudian dikemas dalam dua ukuran, yaitu 9 kilogram dan 24 kilogram. Pengemasan tersebut dilakukan agar produk lebih mudah digunakan untuk kebutuhan budidaya maupun dipasarkan kepada masyarakat.

Baru Selesai Dihaluskan, Produk Sudah Mulai Terjual

Respons masyarakat terhadap produk pupuk KBD Tunas Bumi Manyar cukup positif. Beberapa masyarakat yang mengetahui produk tersebut bahkan telah membeli pupuk setelah proses penghalusan selesai.

Hal ini menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap produk yang memanfaatkan bahan lokal. Bagi KBD Tunas Bumi Manyar, respons tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengolahan sekaligus mengembangkan pemasaran produk.

Produk pupuk yang dihasilkan nantinya memiliki dua fungsi. Sebagian akan digunakan sebagai input dalam kegiatan kelompok, khususnya untuk mendukung kegiatan budidaya di KBD Tunas Bumi Manyar. Sebagian lainnya akan dipasarkan kepada masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu produk yang dikembangkan oleh kelompok.

Memanfaatkan Media Sosial untuk Memperluas Pemasaran

Untuk mengenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas, anggota KBD Tunas Bumi Manyar melakukan promosi melalui berbagai media sosial. Informasi mengenai produk disebarluaskan melalui jaringan anggota dan media sosial yang dimiliki kelompok.

Promosi tersebut telah mendapatkan respons positif dari masyarakat. Selain membantu memperkenalkan produk, penggunaan media sosial juga menjadi sarana bagi anggota kelompok untuk membangun jejaring pemasaran secara lebih luas.

Pengembangan pupuk dari kotoran kambing ini menunjukkan bahwa limbah peternakan dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat bagi kegiatan pertanian sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi kelompok.

Bagi KBD Tunas Bumi Manyar, pengolahan pupuk ini tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran kelompok dalam membangun siklus pemanfaatan sumber daya lokal, yaitu memanfaatkan limbah ternak untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman di lingkungan desa.

Oleh Sri Wahyuning

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top