LPTP

Bukan Sekadar Lubang Biasa! Ini Proyek Krusial yang Selamatkan Masa Depan Desa Kuripan & Sigedang.

Wonosobo, 23 September 2026 – Konservasi air tanah menjadi penting dalam keberlangsungan lingkungan, sumur resapan yang memiliki fungsi sebagai menampung dan meresapkan air hujan atau limbah cair ke dalam tanah untuk menjaga keseimbangan air serta mencegah genangan, menjadi sangat krusial di lahan konservasi

Bukan Sekadar Lubang Biasa! Ini Proyek Krusial yang Selamatkan Masa Depan Desa Kuripan & Sigedang.

Pada 10 Juli 2026, proses pembangunan 5 unit sumur resapan di Desa Kuripan sudah dilakukan. Seluruh sumur resapan dirancang terintegrasi antar sumur untuk mengoptimalkan penyerapan air hujan ke dalam tanah sehingga dapat mendukung upaya konservasi sumber daya air.

Pembangunan dibagi menjadi dua lokasi, yaitu, 2 unit sumur resapan di halaman Taman Kanak-Kanak (TK) Desa Kuripan dan 3 unit sumur resapan di halaman Kantor Desa Kuripan.

Proses pembangunan diawali di halaman TK Desa Kuripan. Pekerjaan di lokasi ini dipercepat karena pada hari Senin telah dimulai tahun ajaran baru, sehingga pembangunan ditargetkan selesai sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung agar tidak mengganggu aktivitas sekolah maupun keselamatan siswa.

“Berharap ini bisa berjalan optimal, juga bisa meresapkan air dan menjaga keseimbangan alam” ujar Slamet, Kepala Desa Kuripan

Pembangunan sumur resapan ini menggunakan spesifikasi teknis berupa kedalaman 2 meter dengan diameter lingkaran 80 cm pada setiap unit sumur. Kelima sumur resapan tersebut saling terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas penyerapan air hujan ke dalam tanah. Dengan spesifikasi tersebut, 1 sumur resapan ini diharapkan mampu meresapkan air sebesar 2,63 (l/d) per tahun, sehingga dapat mengurangi limpasan air permukaan, meningkatkan cadangan air tanah, serta mendukung upaya konservasi sumber daya air di Desa Kuripan.

Tidak kalah, di Desa Sigedang pada 24 Agustus 2026 juga telah mulai berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sigedang terkait rencana pembangunan sumur resapan terintegrasi. Koordinasi bertujuan untuk menjelaskan fungsi, manfaat, serta menentukan lokasi pembangunan sumur resapan.

Kepala Desa Sigedang menyampaikan dukungan dan mengijinkan pembangunan sumur resapan di halaman Koperasi Merah Putih.

Pada 1 September 2026 pembangunan sumur resapan terintegrasi di Desa Sigedang telah selesai dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya, terdapat penyesuaian lokasi dari rencana awal yang semula terdiri atas 2 titik menjadi 1 titik terintegrasi. Penyesuaian ini dilakukan untuk mempermudah pemantauan, pengecekan, dan pengukuran air yang masuk maupun keluar dari sistem sumur resapan.

Sistem terdiri atas 5 sumur resapan yang saling terhubung menggunakan pipa PVC ukuran 3 inci, sehingga air dapat mengalir secara berurutan dari sumur pertama hingga sumur kelima.

Seluruh sumur resapan akan terintegrasi dan dihubungkan dengan pipa paralon untuk mengarahkan aliran air menuju titik resapan.

Sistem sumur resapan terintegrasi ini dilengkapi dengan water meter pada bagian inlet dan outlet. Pemasangan water meter bertujuan untuk mempermudah pemantauan dan pencatatan volume air yang masuk ke sistem serta volume air yang keluar.

Pembangunan sumur resapan terintegrasi Desa Sigedang telah selesai dilaksanakan dan sistem telah disesuaikan menjadi satu titik untuk mempermudah pemantauan dan pengecekan.

Lima sumur resapan terhubung secara berurutan menggunakan pipa PVC 3 inci. Sistem dilengkapi water meter pada bagian awal dan akhir aliran sehingga dapat digunakan untuk melakukan pemantauan air masuk (inlet), air yang meresap, dan air keluar (outlet).

Secara keseluruhan, pengerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan konsep sumur resapan terintegrasi, dengan sistem aliran yang memungkinkan air ditampung dan diresapkan secara bertahap sebelum kelebihan air dialirkan menuju lahan sawah.

Sekretaris Desa menyampaikan bahwa lokasi tersebut cukup strategis karena berada pada jalur aliran air. Kaur Pembangunan juga menyampaikan bahwa lokasi tersebut sangat sesuai untuk mendukung fungsi resapan dan mengurangi limpasan air.

 

Oleh : Johan dkk

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top