Pasuruan – Upaya membangun generasi sehat dan cerdas terus digencarkan sejak usia dini. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, suasana TK Dharma Wanita Persatuan VII Tenggilisrejo tampak ceria dan penuh semangat. Sebanyak 40 siswa TK bersama 40 wali murid mengikuti kegiatan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang diinisiasi atas kolaborasi pihak sekolah, Bidan Desa Tenggilisrejo, dan LPTP Surakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kemandirian PHBS pada anak serta mencegah berbagai penyakit infeksi seperti diare, cacingan, infeksi kulit, hingga ISPA.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Persatuan VII Tenggilisrejo, Ririn Indra Rani, S.Pd., menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak pada masa keemasan (golden age).
“Usia anak 4-6 tahun merupakan masa emas perkembangan di mana sekitar 80% – 90% perkembangan sel saraf anak terjadi dan bertumbuh sangat cepat, baik kognitif maupun motorik,” ungkap Ririn
Bidan Desa Tenggilisrejo, Nur Khorida, S.Keb., hadir memberikan pemaparan materi yang edukatif sekaligus interaktif. Selain mengenalkan 6 indikator utama PHBS di sekolah (mencuci tangan pakai sabun, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, olahraga rutin, jajan sehat, dan tidak merokok), Bidan Nur juga menambahkan kebiasaan penting lainnya bagi anak usia dini, seperti memotong kuku secara teratur, menggosok gigi sebelum tidur dan setelah makan, serta rutin mengonsumsi buah dan sayur.
Acara berlangsung meriah saat para siswa diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah CTPS dengan air mengalir dan sabun, kemudian ditutup dengan kuis berhadiah yang disambut antusias oleh seluruh anak-anak. Melalui edukasi ini, diharapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat melekat menjadi karakter anak hingga dewasa.
Oleh : Rozi, Sandhy, Fichri