Sragen, 9 September 2026 – Sekolah Lapang Tanaman Pangan Berkelanjutan sudah mulai berkembang ke wilayah baru yakni di Dukuh Kedu. Pengembangan ini dimaksudkan untuk menggali potensi tanaman pangan dan mengajak para peserta SL untuk menjadi fasilitator, sebagaimana buntut dari ToT Kefasilitatoran yang sudah diselenggarakan.

Pada Sekolah Lapang (SL) kali ini, dihadirkan narasumber untuk menyampaikan materi terkait nutrisi tanah yakni Daryanto, praktisi pertanian yang telah memiliki track record keberhasilan dalam pertanian dan pengorganisiran komunitas.
“SL seperti ini diharapkan tidak hanya kebutuhan teknis saja, namun juga dapat menekan pengeluaran rumah tangga terkait kebutuhan sayur siap konsumsi” Ujar Daryanto
Dalam SL ini dijelaskan terkait perbedaan pemberian makanan ke tanaman yang baru ditanam dengan tanaman yang sudah mulai tumbuh. Beberapa proses yang harus dilakukan seperti menggemburkan tanah, pemupukan dengan pupuk berkualitas baik, dan tips dalam membeli pupuk dengan memperhatikan kandungan nutrisi, serta menggabungkan penggunaan pupuk kimia dan pupuk organik.
Dalam proses terakhir, peserta SL diajak untuk memproduksi Pupuk Organik Cair (POC). Mulai dari dikenalkan kandungannya, manfaat, dan bagaimana proses produksinya. Peserta SL melakukan praktik langsung produksi POC, hingga pada proses fermentasi. Tindak lanjutnya, peserta SL diberikan tugas untuk melakukan pengamatan dan pengecekan POC pada hari ke 3 dan hari ke 7.
Oleh : Niken, Rinaldhi