
Manyarejo, 3 September 2026 — Sekolah Lapang Pertanian (SLP) Ngudi Ilmu Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama masyarakat. Pertemuan kali ini diisi dengan praktik pembuatan pupuk kalium dengan memanfaatkan berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Kegiatan berlangsung pada pukul 13.00–15.00 WIB dan diikuti oleh anggota Sekolah Lapang Pertanian Padi Ngudi Ilmu. Praktik ini menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan sumber daya lokal sebagai bahan pendukung pemenuhan unsur hara tanaman.
Dalam praktik tersebut, peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk kalium, yaitu air kelapa, kulit nanas, sabut kelapa, abu sekam, molase atau tetes tebu, EM4, ragi tape, pisang dan air leri.
Salah satu bahan yang digunakan adalah abu sekam yang terlebih dahulu direndam, kemudian air hasil rendamannya dimanfaatkan sebagai bagian dari bahan pembuatan pupuk. Berbagai bahan tersebut dipadukan melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan mikroorganisme dari EM4 dan ragi tape serta sumber energi dari molase.
Mengenal Pentingnya Unsur Kalium
Dalam pembelajaran, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya unsur kalium (K) bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Kalium merupakan salah satu unsur hara makro yang berperan penting dalam memperkuat tanaman, mendukung penyaluran hasil fotosintesis, serta membantu meningkatkan kualitas dan hasil panen.
Kalium membantu menyalurkan hasil fotosintesis berupa gula dan karbohidrat dari daun menuju bagian tanaman yang membutuhkan, seperti buah, umbi, dan biji. Ketersediaan kalium yang cukup juga mendukung pembentukan buah sehingga ukuran dan bobot hasil panen dapat lebih optimal.
Selain itu, kalium berperan dalam menjaga bunga dan buah agar tidak mudah rontok, memperkuat jaringan tanaman sehingga lebih mampu menghadapi kondisi kekeringan dan cuaca yang kurang menguntungkan, serta membantu tanaman menghadapi tekanan akibat hama dan penyakit.
Kalium juga berkaitan dengan pengaturan keseimbangan air tanaman melalui pengaturan buka-tutup stomata atau mulut daun. Dengan demikian, kecukupan kalium menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi tanaman tetap sehat dan produktif.
Belajar dari Bahan yang Ada di Sekitar
Praktik pembuatan pupuk kalium di SL Padi Ngudi Ilmu tidak hanya bertujuan menghasilkan bahan pendukung pemupukan, tetapi juga mendorong petani untuk lebih kreatif dalam mengelola potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pemanfaatan kulit nanas, sabut kelapa, air kelapa, air leri, pisang dan abu sekam menjadi contoh bahwa bahan-bahan yang selama ini dianggap sederhana atau limbah rumah tangga dan pertanian dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.
Melalui kegiatan sekolah lapang, proses belajar dilakukan secara langsung sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami tahapan praktik dan cara memanfaatkan bahan lokal.
Pertemuan SL Padi Ngudi Ilmu Desa Manyarejo diharapkan semakin memperkuat kemandirian petani dalam mengembangkan praktik pertanian yang efisien, memanfaatkan sumber daya lokal, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan dari luar.
Kegiatan pembelajaran seperti ini juga menjadi ruang bagi petani untuk saling berbagi pengalaman dan mengembangkan pengetahuan berdasarkan kondisi nyata yang mereka hadapi di lahan.
Oleh Zamzaini