LPTP

Peserta Sekolah Lapang Dukung Kelestarian Cagar Budaya Sangiran

Peserta Sekolah Lapang Dukung Kelestarian Cagar Budaya Sangiran

Sragen, 4 Juli 2026 – Perwakilan dari Sekolah Lapang Pertanian Ngudi Ilmu, Sekolah Lapang Peternakan Bina Peternak Sejahtera, dan Sekolah lapang Sayuran  Tunas Bumi Manyar Desa Manyarejo turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Kelestarian Cagar Budaya yang diselenggarakan di Limasan Insitu, Desa Manyarejo, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini mempertemukan masyarakat dengan dosen, mahasiswa, dan peneliti dari beberapa perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI). Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk menggali pengetahuan lokal, pengalaman masyarakat, serta pandangan mengenai hubungan antara pelestarian lingkungan, kegiatan pertanian, peternakan, dan upaya menjaga keberlanjutan kawasan cagar budaya, khususnya di sekitar Kawasan Sangiran.

Dalam diskusi, perwakilan kelompok sekolah lapang memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman mereka dalam mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan, konservasi lahan, penghijauan, dan pengelolaan peternakan. Berbagai pandangan tersebut dinilai penting untuk melengkapi kajian akademis yang sedang dilakukan oleh para peneliti arkeologi, sehingga hasil penelitian tidak hanya didasarkan pada aspek ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat.

FGD dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi dengan subtema yang berbeda. Melalui diskusi tersebut muncul beragam gagasan mengenai bagaimana pembangunan dan pelestarian kawasan cagar budaya dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan hidup serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Para peserta menekankan bahwa pelestarian situs purbakala hendaknya tidak mengurangi ruang hidup masyarakat, melainkan menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi lokal melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Pada sesi pleno, setiap kelompok mempresentasikan hasil pembahasannya di hadapan seluruh peserta forum. Berbagai rekomendasi yang disampaikan diharapkan menjadi bahan masukan bagi pemerintah, kalangan akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan maupun program aksi yang mampu menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar Kawasan Sangiran.

Kehadiran perwakilan Sekolah Lapang Pertanian Ngudi Ilmu, Sekolah Lapang Peternakan Bina Peternak Sejahtera, Sekolah Lapang Tunas Bumi Manyar menunjukkan bahwa masyarakat lokal memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga dalam mendukung pelestarian cagar budaya. Sinergi antara ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi dan kearifan lokal masyarakat diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan kawasan warisan budaya yang lestari, inklusif, dan berkelanjutan.

Oleh Zamzaini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top