LPTP

Pusat Belajar Budidaya Pangan Sehat bagi Masyarakat

Pusat Belajar Budidaya Pangan Sehat bagi Masyarakat

Sragen — Perjalanan kegiatan Kebun Bibit Desa (KBD) Tunas Bumi Manyar selama kurang lebih satu tahun menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan teknis para peserta KBD, tetapi juga memperkuat sarana pembelajaran yang mendukung kegiatan budidaya tanaman sehat di tingkat masyarakat.

Berbagai fasilitas kini telah tersedia untuk menunjang proses belajar, mulai dari greenhouse yang berisi beragam tanaman sayur dan buah, ruang belajar, hingga sarana pendukung lainnya. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pembelajaran yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.

Hasil pembelajaran yang dicapai KBD Tunas Bumi Manyar tidak hanya berupa produk nyata seperti media tanam, lahan percontohan, pupuk organik, dan obat alami, tetapi juga tumbuhnya minat masyarakat luas untuk mempelajari dan mereplikasi kegiatan serupa di lingkungan mereka.

Ketertarikan masyarakat semakin terlihat setelah adanya kunjungan warga desa serta anggota KBD ke Desa Blederan, Wonosobo. Selain itu, kunjungan kelompok perempuan yang tergabung dalam organisasi seperti Posyandu dan PKK RT Desa Manyarejo ke KBD juga memberikan dampak positif. Kunjungan tersebut memunculkan semangat baru untuk membentuk kelas belajar baru yang berfokus pada budidaya sayuran sehat.

Sebagai tindak lanjut dari perkembangan tersebut, KBD Tunas Bumi Manyar direncanakan menjadi Kampus 1, yaitu pusat belajar bersama masyarakat. Sementara itu, Kampus 2 akan dikembangkan di wilayah masyarakat sekitar Desa Manyarejo khususnya di RT 7 agar akses pembelajaran dapat menjangkau lebih banyak warga.

Dalam pelaksanaannya, fasilitator pembelajaran di Kampus 2 akan berasal dari peserta belajar Kampus 1 yang telah menempuh proses pembelajaran sebelumnya. Mereka nantinya akan didampingi oleh fasilitator Program Kebudayaan Terpadu Sangiran (PKTS) guna memastikan keberlangsungan proses belajar yang efektif dan partisipatif.

Respon terhadap pengembangan KBD juga datang dari sektor kesehatan. Bidan desa berencana melakukan kunjungan ke KBD dengan mengajak jajaran tenaga kesehatan dari Kecamatan Plupuh untuk mengenal lebih jauh aktivitas dan sarana fisik yang telah dibangun.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Melalui konsep pangan sehat yang mudah, murah, dan praktis, KBD Tunas Bumi Manyar diharapkan mampu menjadi model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga di wilayah Kecamatan Plupuh dan sekitarnya.

Oleh : Sri Wahyuning

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top