
Karanganyar, 18 Juni 2026 — Upaya mitigasi perubahan iklim dan rehabilitasi lingkungan terus dilakukan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) di berbagai wilayah pedesaan, termasuk di Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Pada Kamis (18/6), LPTP bersama 30 perwakilan dari Pemerintah Desa Kaliboto, kelompok tani, masyarakat, perwakilan instansi pemerintah, melakukan kegiatan penanaman pohon sebanyak lebih dari 1.500 batang. Jenis pohon tersebut antara lain 500 pohon balsa, 300 sengon, 500 jati, 475 kopi, 80 kelapa hibrida genjah entok, 300 sengon, 20 sawo kecik, 10 durian musangking, 10 durian bawor, 40 jambu kristal, 10 mangga kiojay, 70 alpukat siger, dan 20 klengkeng new kristal.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di Kaliboto Green Institut (KGI) tersebut merupakan kegiatan Kerjasama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui Program Pendanaan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Sebuah program nasional yang bertujuan memastikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan mampu menyerap emisi karbon lebih besar dibandingkan emisi yang dilepaskan pada tahun 2030.
Perubahan iklim saat ini menjadi salah satu tantangan global yang dampaknya semakin nyata hingga ke tingkat lokal. Peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, serta risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, dan angin kencang telah memengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang sangat bergantung pada sektor pertanian dan sumber daya alam.
Selain menghadapi ancaman perubahan iklim, berbagai wilayah juga mengalami degradasi lahan akibat berkurangnya tutupan vegetasi, menurunnya kualitas tanah, serta meningkatnya erosi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan lingkungan dalam menyimpan air dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui kegiatan penanaman pohon ini, LPTP mengajak masyarakat Desa Kaliboto untuk terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki kualitas tanah, menjaga sumber daya air, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menurunkan risiko bencana ekologis.
“Penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan mitra LPTP dalam sambutannya.
Di sekitar KGI memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, termasuk kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan. Oleh karena itu, upaya konservasi melalui penanaman pohon dinilai sangat penting untuk menjaga fungsi ekologis wilayah sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Selain melakukan penanaman, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya konservasi lingkungan, hubungan antara vegetasi dan ketersediaan air, serta peran masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat dan kelompok tani diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Adapun tujuan utama kegiatan ini meliputi penambahan tutupan vegetasi pada area yang telah ditetapkan, khususnya KGI, peningkatan kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkungan, dukungan terhadap konservasi tanah dan air, penguatan partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi lingkungan, serta mendukung aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal.
Melalui kegiatan ini LPTP berkontribusi pada Desa Kaliboto dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek penanganan perubahan iklim, pelestarian ekosistem daratan, dan penguatan ketahanan masyarakat. Harapannya, kegiatan penanaman pohon ini dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Oleh Fichri Husam