LPTP

Hadi Cahyono: Menjaga Pesisir, Menumbuhkan Harapan Dari Perbatasan Jawa Tengah

Hadi Cahyono: Menjaga Pesisir, Menumbuhkan Harapan Dari Perbatasan Jawa Tengah

Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi kawasan pesisir, masih ada anak-anak muda yang memilih untuk turun tangan dan menjadi bagian dari solusi. Salah satunya adalah Hadi Cahyono, pemuda Desa Punjulharjo yang dikenal aktif menggerakkan upaya perlindungan ekosistem pesisir sekaligus mendorong ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Bagi Yono, menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan sesaat. Ia melihat bahwa pesisir adalah ruang hidup yang harus dirawat agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, baik hari ini maupun untuk generasi mendatang. Dari keyakinan itulah berbagai gerakan konservasi yang ia lakukan tumbuh dan berkembang.

Memulai dari Kepedulian terhadap Pesisir

Tinggal di wilayah pesisir membuat Yono menyaksikan langsung bagaimana perubahan lingkungan dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Abrasi, berkurangnya tutupan vegetasi pantai, hingga kerusakan ekosistem laut menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan.

Alih-alih hanya mengeluh, Yono memilih bergerak. Bersama kelompok masyarakat dan para pemuda desa, ia aktif dalam kegiatan konservasi terumbu karang sebagai upaya menjaga ekosistem bawah laut yang menjadi habitat berbagai biota laut. Terumbu karang yang sehat tidak hanya penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir.

Upaya itu kemudian dilengkapi dengan kegiatan penanaman dan budidaya cemara laut di kawasan pantai. Bagi Yono, cemara laut bukan sekadar tanaman penghijauan. Pohon ini berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari terpaan angin dan membantu mengurangi risiko abrasi yang terus mengancam garis pantai.

“Kalau pesisir rusak, yang terdampak bukan hanya lingkungan, tetapi juga kehidupan masyarakat yang bergantung padanya,” ungkap Yono.

Kesadaran Yono terhadap pentingnya keberlanjutan tidak berhenti pada upaya konservasi lingkungan. Ia juga percaya bahwa keluarga yang kuat adalah fondasi bagi masyarakat yang tangguh.

Karena itu, ia mulai memanfaatkan pekarangan rumah dan kawasan pesisir pantai Karang Jahe menanam berbagai tanaman pangan dan sayuran yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Langkah sederhana tersebut menjadi contoh nyata bahwa lahan sempit pun dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Berbagai kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan mampu membantu penyediaan pangan keluarga, menambah nilai ekonomi rumah tangga, dan meningkatkan kemandirian masyarakat. (ejurnal.sarauinstitute.org)

Bagi sebagian anak muda, menjaga lingkungan mungkin dianggap sebagai pekerjaan yang berat dan tidak menarik. Namun Yono menunjukkan hal yang berbeda. Ia membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Melalui konservasi terumbu karang, penanaman cemara laut, hingga pemanfaatan pekarangan rumah, Yono telah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Semangatnya menjadi inspirasi bahwa pemuda desa memiliki peran penting dalam menjaga sumber daya alam sekaligus membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Dari pesisir Punjulharjo, Hadi Cahyono mengajarkan bahwa merawat alam bukan hanya tentang melindungi lingkungan, tetapi juga tentang menumbuhkan harapan, ketahanan, dan kehidupan yang lebih baik bagi banyak orang.

Karena ketika pesisir terjaga dan pekarangan menjadi sumber pangan, masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh bersama alam yang lestari.

 

oleh : Fahruzzaman


 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top