LPTP

Satu Dekade Kolaborasi Konservasi: LPTP Surakarta dan Danone-AQUA Gelar Kick Off Program di Sub DAS Pusur

Boyolali, 11 Agustus 2026 – Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta bekerja sama dengan PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) Klaten secara resmi menggelar Kick Off Program Konservasi Tahun 2026 di Joglo Pusat Belajar Budidaya Alpukat, Desa Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Selasa (11/8/2026). Mengusung tema “Memperkuat Harmonisasi Dalam Pengelolaan Air di Kawasan Sub DAS Pusur”, kegiatan ini menandai dimulainya fase perjalanan sepuluh tahun (satu dekade) sinergi konservasi lingkungan dari hulu hingga hilir.

Satu Dekade Kolaborasi Konservasi: LPTP Surakarta dan Danone-AQUA Gelar Kick Off Program di Sub DAS Pusur

Acara ini dihadiri oleh sekitar 35 pemangku kepentingan yang mencerminkan semangat kolaborasi pentahelix—melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Boyolali, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanian, jajaran Forkopimcam Musuk dan Tamansari, pemerintah desa setempat, Pusur Institute, akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS), media massa, serta kelompok tani dan masyarakat dampingan.

“Kegiatan konservasi yang selama ini berjalan hendaknya tidak dilakukan secara parsial, melainkan terus dikerjasamakan secara lintas pihak. Kebutuhan air sangat vital bagi masyarakat, tidak hanya untuk konsumsi harian tetapi juga menopang keberlanjutan sektor peternakan dan pertanian.” Kata Amir, Kepala Desa Pagerjurang

Dalam kesempatan tersebut, pihak swasta menegaskan komitmen keberlanjutan sumber daya air jangka panjang. Perwakilan CSR PT. Tirta Investama Klaten, Joko Santoso, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program tahun 2026 ditargetkan rampung pada Desember 2026 dengan penekanan pada percepatan infrastruktur sipil teknis.

“Program tahun ini berkaitan erat dengan target Danone-AQUA untuk mencapai keseimbangan air (water balance) pada tahun 2030, yaitu mengembalikan volume air yang diambil sesuai dengan yang dikonsumsi. Kami menggencarkan pembangunan sipil teknis seperti rorak dan sumur resapan agar air sebagai sumber kehidupan terus bermanfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.” ujar Joko Santoso, CSR PT TIV Klaten.

Dukungan penuh mengalir dari Pemerintah Kabupaten Boyolali. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali mengapresiasi langkah konkret mitra kerja sama yang tidak hanya berwacana, melainkan menyajikan alat ukur pemulihan mata air yang teruji di lapangan.

Sementara itu, Kepala BAPPERIDA Kabupaten Boyolali menekankan pentingnya mensinergikan program konservasi air dengan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga. Beliau menyoroti potensi komoditas alpukat di Musuk dan Tamansari yang melimpah, di mana pemerintah daerah tengah merencanakan kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengolah pascapanen menjadi selai, keripik, maupun sirup guna menjaga nilai jual saat panen raya.

“Kolaborasi pentahelix—pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media adalah kunci. Konservasi ini sangat sejalan dengan program ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi lokal.” ujar Khusnul Hadi, Kepala Bapperida Kabupaten Boyolali

Memasuki acara inti, pemukulan kentongan secara bersama-sama dan penanaman bibit tanaman agroforestri menjadi simbol dibukanya program 2026. Tim Lapangan LPTP Surakarta, Arifin, memaparkan rencana aksi teknis di kawasan hulu Sub DAS Pusur (Desa Mriyan dan Pagerjurang) yang menargetkan 338 penerima manfaat langsung.

 

Oleh : Titik SR & Arifin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top