
Sragen, 18 Agustus 2026 — Kebun Bibit Desa (KBD) Tunas Bumi Manyar, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, menerima kunjungan outing class siswa kelas 5 dan 6 SDN Manyarejo 1. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal tanaman pangan, budidaya sayuran, serta pentingnya merawat tanaman sejak dari bibit hingga panen.
Kegiatan difasilitasi oleh anggota KBD Tunas Bumi Manyar dan berkolaborasi bersama mahasiswa KKN UIN Salatiga dan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Melalui kegiatan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan, siswa diajak belajar dengan melihat, menyentuh, mempraktikkan, sekaligus bermain di lingkungan KBD.
Kegiatan diawali dengan aktivitas simbolis berupa cap telapak tangan siswa pada spanduk plastik. Spanduk tersebut menjadi bagian dari monumen kenang-kenangan kegiatan sekaligus simbol keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran di KBD Tunas Bumi Manyar.
Selanjutnya, siswa mengikuti permainan mengenal berbagai jenis tanaman yang telah tumbuh di kotak-kotak permakultur. Kegiatan ini menjadi menarik karena sebagian siswa ternyata belum begitu mengenal bentuk tanaman sayuran ketika masih tumbuh di lahan. Mereka lebih sering mengenal sayuran dalam bentuk yang sudah dipanen dan siap dikonsumsi.
Siswa kemudian mendapatkan pengenalan mengenai berbagai jenis sayuran yang dikonsumsi sehari-hari, seperti terong, pakcoy, kangkung, timun, dan beberapa tanaman lainnya. Selain mengenali bentuk tanaman, siswa juga diajak memahami kandungan nutrisi serta fungsi masing-masing sayuran bagi tubuh.
Materi berikutnya adalah pengenalan media tanam. Siswa diperkenalkan dengan berbagai bahan yang dapat digunakan sebagai media untuk menanam sayuran. Tidak hanya mendapatkan penjelasan, siswa juga berkesempatan melakukan praktik secara langsung dengan mencampur bahan-bahan media tanam sesuai arahan fasilitator.
Setelah media tanam siap, siswa belajar mengenai teknik memindahkan bibit ke dalam polybag. Dengan didampingi fasilitator, siswa mempraktikkan cara memindahkan bibit secara hati-hati agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Siswa juga dikenalkan dengan usia tanam berbagai jenis sayuran, sehingga mereka mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan penanaman, pemeliharaan, hingga memperkirakan waktu panen.
Setelah sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, mahasiswa fasilitator mengemas sesi penguatan materi dalam bentuk permainan. Siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan mengingat kembali materi yang telah disampaikan. Siswa yang aktif berinteraksi mendapatkan penghargaan berupa paket makanan ringan dari penyelenggara.
Kegiatan menghasilkan 35 polybag yang telah terisi media tanam dan bibit, yang kemudian dibawa pulang oleh masing-masing siswa untuk ditempatkan dan dirawat di lingkungan sekolah mereka. Fasilitator berpesan agar siswa tidak berhenti pada kegiatan praktik, tetapi terus merawat tanaman hingga tumbuh dan dapat dipanen.
Anggota KBD Tunas Bumi Manyar juga akan melakukan monitoring perkembangan tanaman hingga masa panen. Dengan demikian, kegiatan outing class tidak hanya menjadi kegiatan belajar satu hari, tetapi diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran berkelanjutan yang menghubungkan siswa dengan praktik pertanian secara langsung.
Melalui kegiatan ini, KBD Tunas Bumi Manyar diharapkan dapat terus menjadi ruang belajar bagi masyarakat dan generasi muda. Kolaborasi antara KBD, sekolah, serta mahasiswa juga membuka peluang untuk mengenalkan pertanian sejak dini sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap tanaman, pangan, lingkungan, dan kegiatan budidaya di sekitar mereka.
Oleh Sri Wahyuning dan Eko key