
Sragen, 12 Desember 2025
Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak utamanya sapi dan kambing seperti Bload (kembung) biasanya karena pakan terlalu segar dan kandungan air nya masih terlalu banyak menyebabkan gas bereaksi didalam rumen dan tidak bisa keluar, Orf (bengoren) biasanya disebabkan oleh pakan hijauan yang segar dan masih mengandung embun di pagi hari, Pink eyes (Belekan) biasanya disebabkan oleh iritasi mata akibat perjalanan selama didalam kendaraan dan Sacabies (gudikan) biasanya disebabkan oleh kutu dan parasit yang berada di bulu ternak dan kondisi kandang kurang bersih. Penyakit lain yang juga menjadi persoalan peternak pada umumnya adalah Cacingan (Helminthiasis/Fascioliasis) karena infeksi cacing, seperti cacing hati (Fasciola sp.).
Berbagai kendala kesehatan ternak tersebut disadari oleh sebagian besar peternak yang umumnya skala rumah tangga. Tetapi yang menjadi masalah adalah penanganan yang tidak optimal, atau berdasarkan insting turun temurun. Peternak mengeluhkan jika berbagai penyakit tersebut harus mengundang dokter hewan akan menimbulkan biaya yang tidak pernah direncanakan atau dialokasikan dalam beternak. Jika itu terjadi akan mengganggu alokasi baiay rumah tangga yang lain.
Dari masalah tersebut dibutuhkan solusi berupa pengenalan penyakit dan penanganan secara mandiri, selama bisa dilakukan oleh peternak.
Edukasi pengetahuan ini dilakukan oleh LPTP kepada peternak melalui Sekolah Lapang (SL) di Kelompok Bina Peternak Sejahtera Desa Manyarejo Plupuh Sragen.
Pada sesi kedua SL ternak ini dilakukan praktek Injeksi pada kambing. Praktek Injeksi obat dilakukan sebagai pembekalan kepada peternak terkait penanganan gejala kesehatan umum dan ringan pada sapi atau kambing. Tentunya dengan ukuran dan level yang bisa dilakukan peternak secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut fasilitator juga menyampaikan bahwa ketika kondisi kesehatan ternak parah dan membutuhkan penanganan yang cukup serius, sebaiknya berkomunikasi atau meminta bantuan dokter hewan atau matri hewan yang ada di sekitar desa atau kecamatan. Hal ini untuki mengantisipasi kesalahan dalam penanganan penyakit pada ternak mereka.
Oleh Farid Abdurrani