
Sragen, 7 Mei 2026
Penangkaran benih padi oleh petani penting untuk menjamin ketersediaan benih unggul secara mandiri untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, dan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih. Usaha ini dapat menciptakan kemandirian benih di tingkat lokal, mengurangi ketergantungan pada benih pabrikan, dan meningkatkan kompetensi petani.
Demikian Kesimpulan kegiatan Sekolah lapang Kebudayaan produksi padi Desa Manyarejo Sragen pada tanggal 7 Mei 2026 bertempat di Kantor balai Desa setempat, dengan tema “sinau bareng penangkaran benih padi”. Dalam uraiannya, Tarmo selaku narasumber menyampaikan bahwa terdapat beberapa point penting, antara lain dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan lebih, karena seringkali lebih menguntungkan daripada menanam padi untuk konsumsi. Keuntungan itu diperoleh karena benih yang dihasilkan melalui penangkaran sendiri memiliki kualitas tinggi (setara bersertifikat), daya tumbuhnya seragam, tanaman lebih tegar, dan hasil panen lebih bermutu.
Kaitanya dengan aspek kemandirian, penangkaran padi dapat membantu memenuhi kebutuhan benih padi di wilayahnya, memastikan petani setempat mendapatkan benih unggul tepat waktu tanpa kendala distribusi. Keberlanjutanya petani lebih mudah mengakses berbagai varietas unggul baru yang memiliki potensi hasil lebih tinggi dan tingkat adaptasi yang tinggi terhadap kondsi lokal.
Aspek peningkatan kapasitas dan pengetahuan dalam kegiatan penangkaran benih menjadikan petani sebagai penangkar yang lebih kompeten dalam teknik budidaya, seleksi benih, dan manajemen produksi, yang meningkatkan profesionalisme. Secara produksi benih yang dihasilkan dari penangkaran sendiri dapat mengurangi risiko kegagalan panen akibat benih yang tidak bermutu.
Secara keseluruhan, penangkaran benih padi berperan penting dalam mewujudkan kemandirian petani dan mendukung ketahanan pangan minimal di tingkat petani dan wilayahnya.
Oleh : Zamzaini