
Oleh Farid Abdurrani
Sragen, 28 November 2025
“Sekarang sudah tidak membeli gas pak, sudah lebih aman. Uang yang dulunya buat beli gas bisa untuk keperluan lain’, ungkap Suparmi warga RT 8 Desa Manyarejo Plupuh Sragen.
Ungkapan kegembiraan tersebut keluar saat ibu rumah tangga ini diminta LPTP menyalakan kompor berbahan bakar biogas yang sudah dinikmati sejak tanggal 21 November 2025 lalu.
Biogas yang dibangun dengan kapasitas duabelas kubik tersebut merupakan salah satu percontohan dari dua biogas yang dibangun LPTP bekerjasama dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Wadah Foundation untuk mengoptimalkan fungsi limbah peternakan yang selama ini hanya dibuang. Jikapun dibuat pupuk kandang tidak diolah dengan intensif, hanya ditumpuk dibelakang kandang dan digunakan saat limbah ternak sapi mengering.
Secara teknis hasil dari pengolahan limbah ternak sapi ini menghasilkan energi terbarukan berupa gas yang dapat digunakan untuk bahan bakar memasak dan penerangan. Selain itu menghasilkan pupuk padat yang lebih sempurna yang disebut sebagai slury dan pupuk cair dengan bau yang tidak menyengat. Sempurnanya pupuk tersebut dikarenakan proses penguraian yang sempurna dalam reaktor biodigester.
Dengan kapasitas yang relative besar didukung dengan lima ekor sapi, gas yang dihasilkan dapat dinikmati atau diparalel kepada rumah lain. Selain Suparmi, warga yang menikmati gas tersebut antara lain Susanti (45) tetangga sebelah kiri dan Sutinah (70) orang tua dari Suparmi. Sebagai orang yang tergolong usia lanjut, Sutinah sebelumnya hanya menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk memasak.