
Oleh : Zamzaini
Sekolah Lapangan (SL) Budaya Produksi Padi “Ngudi Ilmu” Desa Manyarejo Plupuh Sragen mengakhiri SL pertamanya dengan mengadakan Temu Lapang (field day). Temu lapang merupakan kegiatan penyebarluasan hasil belajar sekolah lapangan selama satu musim tanam kepada pihak-pihak yang dianggap penting untuk mendapatkan hasil proses belajar yang sudah dilakukan.
Temu lapang pada tanggal 15 Februari 2026 ini bertujuan untuk mengenalkan dan menyebarkan informasi hasil kegiatan Sekolah Lapangan Kebudayaan Produksi Padi, sekaligus Sekolah Lapangan Ternak, dan pengelolaan Kebun Bibit Desa. Ketiga sektor ini berkolaborasi dan saling terkait, dimana limbah pertanian menjadi sumber makanan ternak, sedangkan limbah ternak menjadi sumber pupuk bagi tanaman padi maupun sayuran. Demikian juga sebaliknya.
Bertempat di balai desa setempat kegiatan diawali dengan upacara metik pada pukul 08.00 WIB. Upacara metik padi merupakan tradisi ritual adat masyarakat Jawa yang dilakukan sesaat sebelum panen padi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada Dewi Sri (dewi padi), dan harapan agar panen melimpah serta berkah. Ritual ini melibatkan pemotongan padi terbaik, doa bersama, dan kenduri (makan bersama) di sawah.
Upacara disertai dengan gelaran tabuh lesung sebagai simbol bahwa masyarakat setempat tetap melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari budaya dan sejarah dalam penyediaan pangan. Lesung merupakan alat untuk menumbuk padi yang dibuat dari kayu, atau batang pohon yang dilubangi ditengahnya.
Proses temu lapang menampilkan perwakilan dari ketiga kelompok sektor untuk menyampaikan capaian-capaian kegiatan yang sudah diperoleh dan membuka ruang diskusi dengan harapan ada respon, masukan bahkan ketertarikan untuk dapat berkolaborasi dalam kegiatan berikutnya.
Presentasi perwakilan dari ketiga sektor tersebut diperkuat dengan menampilkan display produk hasil balajar seperti pupuk padat dan cair, jamu ternak, pakan ternak silase dan konsentrat, mineral blok (permen sapi), bibit tanaman, hasil panen sayur dan display herbarium padi hasil pengamatan, serta informasi kegiatan dalam bentuk visual foto.
Kegiatan yang difasilitasi LPTP, atas dukungan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Yayasan Wadah, dan pemerintah Desa Manyarejo berakhir pada pukul 13.00 dengan harapan dari yang hadir berupa ada tindak lanjut kegiatan serupa baik perluasan penerima manfaat maupun kualitas kegiatan yang semakin baik