eddy – LPTP Surakarta https://lptp.or.id Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan Thu, 05 Mar 2020 08:05:00 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3.2 https://i0.wp.com/lptp.or.id/wp-content/uploads/2019/07/cropped-logo-lptp-viktor.png?fit=32%2C32&ssl=1 eddy – LPTP Surakarta https://lptp.or.id 32 32 164617430 Akademi Komunitas Adiyasa : Startup Baru YLPTP https://lptp.or.id/akademi-komunitas-adiyasa-startup-baru-ylptp/ https://lptp.or.id/akademi-komunitas-adiyasa-startup-baru-ylptp/#respond Tue, 03 Mar 2020 18:09:15 +0000 http://lptp.or.id/?p=1287 Pada tahun 2020 Yayasan LPTP meluncurkan startup baru Akademi Komunitas Adiyasa (AKA). Setelah berjuang cukup lama, izin pendirian AKA ini diperoleh dari Mendikbud via Dirjen Pendidikan Tinggi. Pada hari Selasa tanggal 3 Maret 2020, lewat acara seremonial LLDIKTI/Kopertis wilayah VI dilakukan penyerahan SK pendirian Akademi Komunitas Adiyasa.

Yayasan LPTP tidak sendiri. Terdapat Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi lain yang juga ikut menerima SK dari Mendikbud.  Ada yang menerima SK pemberian izin pembukaan prodi baru dan ada yang menerima SK perubahan bentuk perguruan tinggi. YLPTP menerima SK pendirian Akademi Komunitas Adiyasa bernomor 120/M/2020. Tahap awal ini satu prodi yang diizinkan.

Penyerahan SK Pendirian AKA di LLDIKTI VI

Dengan diperolehnya izin tersebut, Yayasan LPTP lewat Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi yang dibentuk segera melakukan persiapan.  AKA akan  segera dilaunching dan proses belajar mengajar akan dimulai pada bulan Juli/Agustus 2020 ini. YLPTP juga telah menetapkan Ir. Sukirno, MSi sebagai direktur AKA. Nanti akan  dibantu beberapa staf yang akan mensupport pelayanan Akademi Komunitas Adiyasa.

Perjuangan pendirian AKA sendiri melewati proses waktu cukup panjang. Upaya pendirian AKA  dimulai sejak bulan Juni 2017 dilanjutkan  workshop khusus penyusunan proposal pendirian AKA. Namun upaya pertama ini belum berhasil meskipun sudah mendapat visiting dari LLDIKTI VI serta assesor Ristek Dikti waktu itu. Pada tahun 2018 dilakukan pengusulan ulang pada Ristek Dikti dan masih harus memperbaiki usulannya. Pada tahun 2019 dilakukan kembali pengusulan dan usulan pendirian AKA ini disetujui.

Untuk tahap pertama,  prodi yang dimiliki AKA  berinduk pada rumpun ilmu Teknik Mesin, pada prodi Pembuatan Pagar dengan konsentrasi Teknik Las. Stratanya D1. Jadi merupakan sekolah vokasi yang akan memberikan pendidikan singkat dan praktis pengelasan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik yang belajar di AKA. Mahasiswa nanti akan belajar berbagai teknik pengelasan baik teori maupun praktek sesuai strata D1 yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pada bidang tertentu. Porsi prakteknya tentu lebih besar sesuai dengan sekolah vokasi yang orientasinya meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Dipilihnya prodi yang berinduk pada  Teknik Mesin bukan tanpa perhitungan. Teknik Mesin bukan hal asing bagi YLPTP. Pada tahun 1994, YLPTP pernah memiliki Akademi Teknik Adiyasa dan salah satu prodinya Teknik Mesin. Prodi Teknik Mesin Akademi Teknik Adiyasa ini telah meluluskan ahli madya mesin cukup banyak dari berbagai daerah. Laboratorium mesin serta mesin-mesin perbengkelan juga dimiliki LPTP. Laboratorium mesin ini nantinya akan digunakan kembali untuk proses belajar mengajar mahasiswa yang  akan meningkatkan kompetensinya di bidang pengelasan.

Dengan iklim penyelenggaraan pendidikan yang semakin terbuka serta merdeka diharapkan Akademi Komunitas Adiyasa  bisa berjalan baik dan dipercaya masyarakat untuk belajar di akademi yang didirikan Yayasan LPTP. Pendidikan dan pelatihan sendiri merupakan salah satu jati diri Yayasan LPTP. LPTP sudah sejak didirikan bergerak di bidang pelatihan dan pendidikan dengan orientasi pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Diharapkan lewat AKA ini, Yayasan LPTP mampu lebih luas melakukan pemberdayaan masyarakat serta meningkatan kompetensi warga masyarakat yang percaya dan mau belajar di Akademi Komunitas Adiyasa.

***

]]>
https://lptp.or.id/akademi-komunitas-adiyasa-startup-baru-ylptp/feed/ 0 1287
Pelatihan Geograpic Information System (GIS) LPTP https://lptp.or.id/pelatihan-geograpic-information-system-gis-lptp/ https://lptp.or.id/pelatihan-geograpic-information-system-gis-lptp/#respond Wed, 26 Feb 2020 14:57:27 +0000 http://lptp.or.id/?p=1277 Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System) atau GIS merupakan sistem informasi khusus yang mengelola data spasial (bereferensi keruangan). Dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya dalam sebuah database. Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute.

Kemampuan menguasai GIS terutama untuk orang  yang terlibat dalam pengembangan masyarakat diperlukan di berbagai wilayah. Sayangnya banyak masyarakat yang masih belum menyadari perlunya penggunaan sistem ini. Padahal sistem ini mampu memetakan suatu wilayah dengan detail baik spasial maupun sosial.

Belajar bersama pemetaan spasial dan sosial

Untuk memperkenalkan ilmu GIS kepada masyarakat luas, LPTP mengadakan pelatihan GIS pada tanggal 24-26 Januari 2020 di kantor LPTP Palur. Pelatihan dibagi menjadi dua tingkatan yaitu tingkat dasar dan tingkat lanjutan. Dalam tingkat dasar peserta diberi materi tentang pemetaan spasial, peserta diperkenalkan dengan aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan GIS dan diminta untuk membuat peta dalam wilayah yang tidak terlalu luas.

Pada pelatihan GIS tingkat lanjutan yang dilaksanakan selang beberapa minggu  setelah pelatihan GIS tingkat dasar, peserta diminta mencari data sosial dan menyatukannya dengan data spasial yang sudah dibuat. Peserta juga diajak mengolah data tersebut sehingga mudah dipahami oleh masyarakat umum dengan info grafik.

Peserta pelatihan berasal dari beberapa wilayah seperti Solo, Klaten, Surabaya dan Wonogiri. Kebanyakan dari peserta memang baru mengenal sistem pemetaan ini. Setelah kapasitasnya meningkat mereka akan menerapkan pada kegiatan yang dilakukan di daerahnya masing-masing. Diantaranya untuk melihat potensi dan masalah dalam suatu wilayah di daerah dampingannya. Para peserta juga berharap LPTP terus akan melaksanakan pelatihan seperti ini agar sistem ini lebih banyak dikuasai oleh masyarakat di berbagai daerah untuk berbagai kegiatan pemetaan. (Afzal)

 

***

 

 

]]>
https://lptp.or.id/pelatihan-geograpic-information-system-gis-lptp/feed/ 0 1277
Peningkatan Kompetensi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Angkatan Kelima https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang-angkatan-kelima/ https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang-angkatan-kelima/#respond Mon, 17 Feb 2020 18:53:28 +0000 http://lptp.or.id/?p=1242 Angkatan Kelima, 10 – 14 Februari 2019

Pada bulan Februari 2020, UIN Walisongo Semarang kembali mengirim mahasiswanya untuk melakukan pendalaman dan praktek langsung pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa itu berasal dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada Prodi Pemberdayaan Masyarakat Islam (PMI). Sebanyak 42 orang mahasiswa (14 pria dan 28 wanita) datang ke LPTP dengan di antar oleh wakil dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan ketua Prodi PMI. Rombongan dari UIN Semarang ini datang dengan di antar bus kampus UIN jam 11 siang. Dari LPTP diterima oleh badan pengurus Yayasan LPTP.

Selanjutnya pada siang itu dilakukan serah terima antara UIN Walisongo dengan LPTP. Pihak UIN Walisongo menyerahkan 42 orang mahasiswanya kepada LPTP untuk mengikuti kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat lebih intensif dan mendalam.

Serah terima mahasiswa

Kegiatan ini juga bentuk benchmarking kompetensi pemberdayaan masyarakat dan  akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 14 Februari 2020. Sama seperti angkatan pertama, para mahasiswa yang mengikuti pelatihan di LPTP diharapkan dapat mengaplikasikan teori akademik yang diperoleh di program studinya dengan praktek langsung dan terjun di masyarakat dengan didampingi tim LPTP. Juga dapat mempelajari hal-hal baru yang belum diterima dari kampusnya dari para pendamping LPTP serta masyarakat.

Bagi UIN Walisongo Semarang sendiri lewat benchmarking kompetensi ini di antaranya dapat mengukur dan membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau kegiatan serupa  dari organisasi lain yang sejenis. Hingga Februari 2020 ini telah 5 angkatan mahasiwa Prodi PMI yang mengikuti kegiatan pendalaman pemberdayaan masyarakat di LPTP.

Wawancara dengan masyarakat dalam pemetaan sosial

Metodologi pembelajaran  yang diterapkan di LPTP sama dengan yang diberikan pada angkatan terdahulu. LPTP memberi kesempatan pada mahasiswa UIN untuk sebanyak mungkin mengeksplorasi dan menguji  kemampuan profesionalnya dalam praktek. Pembelajaran teori meskipun masih diberikan namun prosentasinya sedikit. Prosentasi pembelajarannya terdiri 70% praktek,  20%  mengkaji dan 10% mengevaluasi dan merefleksikan. Pembelajaran teori dan diskusi lebih banyak dilakukan di kantor LPTP Palur. Untuk kegiatan praktikum dan terjun langsung di masyarakat dilakukan di KGI (Kaliboto Green Institut) dan pada masyarakat di sekitar kantor LPTP Palur Karanganyar.

Diskusi kelompok

Menjelang akhir kegiatan dilakukan kegiatan evaluasi bersama antara mahasiswa dengan para pendamping LPTP. Agenda evaluasi ini berlangsung malam hari dipandu Ronggo, Ning dan Mamat yang merupakan pendamping dari LPTP. Selesai evaluasi bersama, para mahasiswa dari pantura ini menyelenggarakan api unggun sambil bakar jagung serta menyanyi.

Sedang penutupan kegiatan kompetensi ini dilakukan pada hari Jumat siang di kantor LPTP Palur Karanganyar. Pejabat Prodi PMI Fakultas Dakwah UIN Walisongo Semarang datang menjemput para mahasiswanya yang telah mengikuti pendalaman materi pemberdayaan masyarakat di LPTP hampir selama seminggu. Berbagai kesan disampaikan para mahasiswa yang selesai mengikuti pelatihan di LPTP ini. Pada umumnya mereka merasa senang dan mendapat pengetahuan serta pengalaman baru di LPTP.

Sehabis sholat Jumat, para mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan ini  dengan menggunakan bis kampus UIN Walisongo kembali ke kampusnya di Semarang.

Baca juga…………

 

Mahasiswa Prodi PMI UIN Walisongo angkatan 5

 

***

]]>
https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang-angkatan-kelima/feed/ 0 1242
Rapat Kerja Tahunan Dewan Pembina Yayasan LPTP https://lptp.or.id/rapat-kerja-tahunan-dewan-pembina-yayasan-lptp/ https://lptp.or.id/rapat-kerja-tahunan-dewan-pembina-yayasan-lptp/#respond Fri, 31 Jan 2020 18:48:46 +0000 http://lptp.or.id/?p=1106 Seperti biasanya pada setiap tahun,  Dewan Pembina (DP) Yayasan LPTP menyelenggarakan rapat kerja tahunan. Rapat diselenggarakan selama dua hari (tanggal 30-31 Januari  2020) di kantor LPTP Palur Karanganyar. Rapat ini dilakukan untuk melihat kinerja dari masing-masing unit yang ada di Yayasan LPTP. Semua unit yang ada di LPTP hadir dalam rapat itu diwakili oleh pimpinannya.

Hadir dalam rapat kerja tahunan itu ketua harian Yayasan LPTP Prof. Ravik Karsidi, MS. Hadir juga  Drs Erfan Maryono dan Drs Hari Mulyadi (sekretaris LPTP) serta Drs Endu Marsono dan Sugeng Setyadi.  Meskipun terlambat, Prof. Dr. Baiquni dari Jogyakarta  datang  pada hari Jumat siang . Sedang dari Badan Pengawas hadir  Drs Yacob Suparno.

Rapat DP diawali dengan pembukaan dan doa. Kemudian  dilanjutkan sambutan dari ketua harian Dewan Pembina Yayasan LPTP Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS.  Untuk pimpinan rapat pada hari pertama diserahkan pada Drs. Erfan Maryono yang merupakan sekretaris I DP Yayasan LPTP.

Selesai itu dilanjutkan paparan kinerja dan perencanaan dari Rahadi, ketua Badan Pengurus  (BP) LPTP. BP LPTP pada awal  Januari lalu telah menyelenggarakan workshop internal selama 3 hari di Tawangmangu Karanganyar. Workshop itu selain melakukan evaluasi program LPTP tahun 2019 juga menyusun perencanaan kerja pereode 2020. Berdasarkan itu BP LPTP melaporkan kinerja beragam programnya dan juga perencanaan kerjanya tahun ini.

Tiga badan usaha yang ada di lingkungan Yayasan LPTP  yakni PT Susdec LPTP,  PT Biosan Mandiri dan CV Technosan juga melaporkan kinerjanya tahun 2019. Capaian kerjanya disampaikan oleh para direktur masing-masing unit usaha LPTP itu. Para komisaris PT Dewats LPTP  dan PT Biosan Mandiri juga hadir dalam rapat kerja tahunan ini. Progress report  finansial masing-masing badan usaha itu juga dipaparkan.

Banyak hal yang dibahas dalam rapat kerja tahunan ini baik itu program di bawah Badan Pengurus maupun unit bisnis di lingkungan YLPTP.  Rapat juga membahas startup baru di LPTP. Startup  baru di Yayasan LPTP yang akan segera dilaunching adalah Akademi Komunitas Adiyasa (AKA). AKA merupakan unit pendidikan yang diharapkan dapat berkembang baik pada masa mendatang.  Selain itu juga membahas pengembangan Kaliboto Green Institut  (KGI) dan rintisan pendirian lembaga sertifikasi  kompetensi.  KGI sebenarnya sudah dirintis cukup lama dan tinggal mengembangkan lebih pesat lagi.

Pada hari kedua rapat kerja tahunan ini,  Dewan Pembina menyelenggarakan rapat  terbatas sendiri.  Selanjutnya hasilnya menjadi kebijakan atau keputusan dari Dewan Pembina  yang mengikat  unit-unit di bawah Yayasan LPTP.

***

]]>
https://lptp.or.id/rapat-kerja-tahunan-dewan-pembina-yayasan-lptp/feed/ 0 1106
Diskudi Pengembangan Indigofera dan Jati https://lptp.or.id/diskudi-pengembangan-indigofera-dan-jati/ https://lptp.or.id/diskudi-pengembangan-indigofera-dan-jati/#respond Mon, 20 Jan 2020 21:14:54 +0000 http://lptp.or.id/?p=1084 Hari Kamis, 16 Januari 2020 LPTP kedatangan tamu. Seperti biasanya LPTP menerima para tamunya dengan hangat dan mengajaknya berdiskusi tentang berbagai hal. Karena tamunya berpengalaman dalam pengembangan tanaman  indigofera dan jati maka topik diskusi ke arah itu. Mereka yang datang adalah Widya, pembina UMKM Perhutani yang juga merupakan pendamping UMKM hasil  dari Indigofera dan Feri Setyawan dari Koperasi Jati yang sudah pengalaman dalam produksi tanaman jati.

LPTP yang sedang berusaha meningkatkan pemanfaatan lahannya di KGI (Kaliboto Green Institut) menyambut baik kehadiran tamunya itu. Apalagi sebagian lahan di KGI juga terdapat tanaman jati. Di KGI juga sedang dikembangkan peternakan domba dan sapi yang butuh sumber pakan hewani banyak. Tentu pengembangan indigofera dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan pakan hewani itu di KGI.

Tanaman indigofera

Indigofera memang  dirasa cocok untuk dikembangkan di lahan Kaliboto Green Institut karena sifatnya yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan yang berlebih. Indigofera bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan ternak baik kambing dan sapi. Indigofera bahkan bisa dijadikan pelet. Tanaman ini memiliki protein lebih tinggi dibanding yang dibutuhkan oleh hewan ternak karenanya akhir-akhir ini kebutuhan Indigofera sedang sangat tinggi.

Selain Indigofera tanaman yang dirasa bisa melengkapi lahan kaliboto  adalah jati. Jati  sebagai tanaman keras  sudah lama dikenal di Indonesia sebagai pohon dengan kualitas  kayu yang  sangat baik dan sering digunakan untuk mebel dan bangunan rumah. Tanaman jati selain tumbuh di hutan juga banyak dikembangkan di lahan-lahan desa karena prospeknya yang bagus.

Tanaman jati di KGI

“Pohon jati juga memerlukan perawatan yang baik agar pohon dapat tumbuh tegak lurus dan besar. Semakin besar dan tinggi, nilai ekonomisnya juga tinggi,” demikian  disampaikan Feri Setiawan yang berpengalaman dalam produksi jati. “Tanaman jati yang ada di lahan KGI sudah cukup banyak, namun sepertinya masih belum mendapat perhatian yang maksimal.”

Diskudi di kantor LPTP selain dihadiri oleh badan pengurus LPTP juga dihadiri  staf lapangan dan kantor. Dari Dewan Pembina Yayasan LPTP hadir  Hari Mulyadi dan Sugeng Setiadi. Agenda diskusi di kantor LPTP Palur ini  dilanjutkan dengan kunjungan di KGI.  Sambil melihat berbagai tanaman yang tumbuh di KGI mereka melanjutkan diskusi lagi sampai sore. (Afzal)

 

***

]]>
https://lptp.or.id/diskudi-pengembangan-indigofera-dan-jati/feed/ 0 1084
Launching Ecofarming Paprika https://lptp.or.id/launching-ecofarming-paprika/ https://lptp.or.id/launching-ecofarming-paprika/#respond Wed, 15 Jan 2020 18:19:06 +0000 http://lptp.or.id/?p=1094 Hari Selasa tanggal 14 Januari 2020 desa Sukabumi Kecamatan Cepogo Boyolali ramai. Banyak tamu berdatangan di desa itu, tepatnya di Dusun Surjo yang letaknya paling atas sendiri.  Hari itu ada agenda launching ecofarming paprika.   Hadir dalam kegiatan launching ini pejabat lokal dan beberapa tokoh masyarakat. Pejabat lokal yang hadir di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kab.Boyolali Drs Bambang Jiyanto bersama rombongannya, Camat Cepogo Tubinu ,S.Sos, Danramil 06/Cepogo Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Ngadimin dan Kapolsek Cepogo yang diwakili Kanit Binmas Aiptu Sangidan. Selain it juga hadir perwakilan dari Sustainable Development Danone Indonesia, dari LPTP, perangkat desa, kelompok tani dan penyuluh pertanian serta tokoh masyarakat. Suasana desa Sukabumi pun meriah.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya petani di lereng Merapi bagian timur memanen hasil budidaya tanaman paprika. Rintisan pengembangan budidaya paprika ini sudah dilakukan sejak bulan September 2018. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara LPTP dengan PT Tirta Investama  dan pengembang  Pizza Hut. Tanaman paprika berpotensi dikembangkan di wilayah dataran tinggi (1200 m dpl) seperti di lereng Merapi bagian timur ini dan hasilnya memang memuaskan.

Greenhouse paprika

Desa Sukabumi di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali dipilih untuk mengembangkan budidaya tanaman paprika ini. Tepatnya pengembangan dilakukan di Dusun Surjo yang  berada pada ketinggian ± 1380 Mdpl dan merupakan dusun tertinggi di lereng Gunung Merapi bagian timur. Mayoritas penduduk dusun ini petani.

Pembangunan greenhouse dilakukan untuk uji coba penanaman paprika dan menunjukkan kecocokan. Meskipun demikian hambatan air dan angin sering mengganggu budidaya tanaman ini. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi itu. Berbagai pelatihan juga diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas petani yang tergabung dalam pengembangan paprika. Para petani yang merintis budidaya paprika ini kemudian membentuk kelompok tani paprika.

Pengembangan paprikan di Cepogo ini menerapkan prinsip pertanian ramah lingkungan dengan penggunaan pestisida yang dibatasi. Selain itu juga mengembangkan konsep konservasi air. Pendampingan intensif dilakukan oleh LPTP dan beberapa tenaga ahli budidaya paprika.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto berharap pengembangan paprika hasil kerja sama dengan beberapa pihak ini bisa menguntungkan dan meningkatkan taraf hidup petani. Ia juga berharap pemasaran produk paprika ini dengan memperhatikan kualitas serta memanfaatkan jaringan online yang berkembang sekarang ini.

Paprika

Dari LPTP sebagai pendamping sambutan disampaikan oleh Hari Mulyadi yang merupakan sekretaris Dewan Pembina LPTP.  Pendampingan terhadap petani merupakan tugas dari LPTP karena sejak awal LPTP berusaha meningkatkan pemberdayaan petani di berbagai daerah. Itu disampaikan wakil dari LPTP dalam sambutannya.

Masih terdapat beberapa sambutan dari tokoh masyarakat yang hadir di situ. Selesai itu dilanjutkan peninjauan pada greenhouse tanaman paprika. Petani pengembang paprika terlihat gembira memandu dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan berkait dengan tanaman paprikanya.  Agenda launching paprika ini berlangsung hingga siang hari.

 

***

]]>
https://lptp.or.id/launching-ecofarming-paprika/feed/ 0 1094
Program Paket Training LPTP Pereode 2020 https://lptp.or.id/program-paket-training-lptp-pereode-2020/ https://lptp.or.id/program-paket-training-lptp-pereode-2020/#respond Wed, 08 Jan 2020 18:46:51 +0000 http://lptp.or.id/?p=1015 Sebagai bentuk transformasi pengetahuan dan pengalaman pada masyarakat luas, LPTP menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dalam berbagai hal. Belajar bersama, demikian istilah yang sering dipakai LPTP dalam mentransformasikan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya pada pihak lain sehingga pihak lain pun akan menjadi tahu atau memiliki pengetahuan yang sama. Dari belajar bersama itu nantinya mereka akan lebih berdaya dan memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi atau melakukan sesuatu yang positip serta produktif.

Pada pereode 2020 ini, LPTP memberi kesempatan  pada masyarakat luas untuk belajar bersama di LPTP. Berbagai pilihan disiapkan sesuai kebutuhan mereka yang ingin belajar di LPTP seperti pada brosur di bawah ini :

*****

]]>
https://lptp.or.id/program-paket-training-lptp-pereode-2020/feed/ 0 1015
Workshop Evaluasi Internal LPTP di Awal Tahun 2020 https://lptp.or.id/workshop-evaluasi-internal-lptp-di-awal-tahun-2020/ https://lptp.or.id/workshop-evaluasi-internal-lptp-di-awal-tahun-2020/#respond Mon, 06 Jan 2020 18:34:32 +0000 http://lptp.or.id/?p=1001 Mengawali  tahun 2020, LPTP menyelenggarakan workshop evaluasi internal selama 3 hari. Workshop diselenggarakan di River Hill Tawangmangu tanggal 2-4 Januari 2020. Kegiatan workshop evaluasi meliputi  presentasi capaian masing-masing program, pembahasan materi dan pelaksanaan program, pendokumentasian umpan balik dan rekomendasi serta penyusunan perencanaan tindak lanjut.

Workshop diikuti oleh 40 orang staf LPTP baik staf kantor maupun lapangan. Selain itu juga dihadiri Drs M Hari Mulyadi, MPd (sekretaris Dewan Pembina Yayasan LPTP) dan Ahmad Mahmudi SH, senior LPTP yang mengasistensi  evaluasi  program kerja LPTP tahun 2019.

Presentasi masing-masing program LPTP

Workshop  dibuka saat sore hari oleh Rahadi, ketua  Badan Pengurus (BP) LPTP.  Dalam sambuatannya  ketua BP LPTP mengatakan, “Sekarang merupakan era perubahan cepat.  Penggunaan teknologi digital seolah menarik kita ke atas. Ini perlu ada antisipasi dan tahu apa yang  harus dilakukan.  Apakah perubahan itu mensejahterakan masyarakat atau sebaliknya.  LPTP itu dibangun untuk membangun masyarakat. LPTP sebagai manifestasi amal sholeh yang dirancang founding father LPTP.  Amal sholeh itu sebuah tindakan yang memberi manfaat dan impact pada masyarakat  yang artinya semakin membuat sejahtera.  Banyak hal yang harus dikerjakan oleh LPTP pada pereode yang penuh perubahan cepat ini.”

Selesai sambutan ketua Badan Pengurus LPTP dilanjutkan sambutan  Dewan Pembina (DP)  yang diwakili sekretaris YLPTP Hari Mulyadi. Dalam sambutannya wakil DP ini  mengingatkan 10 kebijakan umum yayasan saat ini :

  1. Meningkatkan sinergi tiga institusi utama untuk mendukung kegiatan yayasan yaitu Dewan Pembina, Badan Pengurus dan Badan Pengawas.
  2. Memastikan pengelolaan dan pelaporan keuangan yayasan dan badan usaha yang auditable oleh akuntan publik.
  3. Mengembangkan program inovatif yang dapat mengembangkan masyarakat dengan pendekatan bisnis.
  4. Meningkatkan kualitas SDM dalam bidang akademis dan profesional.
  5. Meningkatkan kesejahteraan staf.
  6. Optimalisasi pendayagunaan aset yayasan untuk mendukung kegiatan yayasan.
  7. Memastikan badan-badan usaha yayasan memberi kontribusi finansial kepada yayasan.
  8. Mengembangkan riset dan devlopment.
  9. Mengembangkan jaringan kerja nasional.
  10. Alokasi pembiayaan untuk kegiatan dewan pembina.

Selain itu wakil dari DP mengingatkan tentang perlunya man power planning. Diharapkan mulai 2020 serius menyiapkan generasi penerus dan meningkatkan pendidikan serta magang untuk meningkatkan kapasitasnya. Demikian disampaikan oleh wakil dari DP LPTP.

Sedangkan Ahmad Mahmudi ,  senior LPTP yang  akan memfasilitasi workshop ini mengingatkan para koordinator dan fasilitator lapangan agar dalam presentasi  pelaksanaan programnya nanti  menonjolkan  produk dan  melakukan teknis presentasi  yang  efektif.

Workshop evaluasi program kerja

Selesai itu masing-masing program mempresentasikan pelaksanaan programnya.  Yang pertama adalah pemaparan rencana launching akademi komunitas adiyasa mengingat pada tahun ini izin operasional Akademi Komunitas Adiyasa dengan prodi Teknik Pengelasan yang didirikan oleh Yayasan LPTP segera terbit.  Kemudian dilanjutkan presentasi  program pengembangan paprika di Cepogo Boyolali, presentasi program local milk sourching development dan pemaparan program peningkatan produktivitas lansia di Prambanan.  Itu semua dilakukan pada hari pertama workshop LPTP ini.

Besok paginya dilanjutkan presentasi program lainnya. Pertama  pemaparan program konservasi Klaten, dilanjutkan  presentasi  program pengelolaan P3ST di Tuban,  program konservasi DAS Serayu dan stunting di Wonosobo, program adaftasi  iklim GIZ, program emergency respon di Palu Sulteng, program pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) di Bojonegoro, program sertifikasi profesi (LSP) dan terakhir program pengembangan Kaliboto Green Institut (KGI).

Masing-masing program itu setelah selesai presentasi, dievaluasi dan mendapat masukan. Banyaknya program itu membuat pemaparan dan evaluasinya memerlukan waktu lama.  Workshop ini bahkan berakhir hingga menjelang tengah malam. Banyak input berharga  baik itu dari Dewan Pembina, dari senior LPTP serta dari staf LPTP lainnya. Masukan-masukan itu diharapkan dapat menyempurnakan perencanaan kerja selanjutnya.

 

 

 

PERMAINAN OUTBOND

Pada hari terakhir sebagai pelepas ketegangan dan kelelahan workshop yang nonstop itu, diselenggarakan permainan outbond di halaman hotel. Suasana yang penuh kegembiraan saat pelaksanaan permainan outbond itu menghilangkan kelelahan dan kejenuhan. Semua peserta workshop mengikutinya.

Permainan outbond ini dipandu dua orang. Awalnya peserta diminta untuk berbaris dan mengikuti instruksi dari instruktur untuk membuat formasi yang rumit untuk melihat kekompakan aktivis  LPTP. Kemudian para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok yang masing-masing diberi nama dan membuat yel-yel yang sangat lucu. Instruktur outbond memberikan permainan dimana masing-masing kelompok dituntut untuk bersaing dengan kelompok lainnya dan saling percaya terhadap kelompoknya.

Outbon tersebut mengajarkan  bagaimana bisa saling bekerjasama dan saling percaya terhadap teman satu tim dan mengajarkan bagaimana kompetisi yang sehat terhadap lawan. Meskipun terkesan sendagurau namun banyak manfaat yang bisa dipetik oleh para peserta outbond.

Agenda outbond ini berlangsung hingga tengah hari. Selesai makan siang bersama, para aktivis LPTP itu kembali ke kotanya masing-masing dan harus segera menyusun perencanaan kerjanya.

***

]]>
https://lptp.or.id/workshop-evaluasi-internal-lptp-di-awal-tahun-2020/feed/ 0 1001
Peningkatan Kompetensi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Angkatan Keempat https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang/ https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang/#comments Fri, 06 Dec 2019 13:27:23 +0000 http://lptp.or.id/?p=1149 Angkatan Keempat (3 – 7 September 2019)

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama LPTP dengan UIN Walisongo Semarang, pada tanggal 3-7 September 2019 kembali diselenggarakan pendalaman  kompetensi bidang pemberdayaan masyarakat.  Sebanyak 28 mahasiswa Prodi PMI (Pemberdayaan Masyarakat Islam) UIN Walisongo mengikuti program itu di LPTP Karanganyar. Ini merupakan angkatan keempat.

Diskusi kelompok

Kegiatan ini juga untuk mengukur kinerja Prodi PMI  UIN Walisongo yang selama ini mendidik dan mencetak sarjana pemberdayaan masyarakat  terutama masyarakat Islam.  LPTP dipilih dalam kerjasama ini karena program-programnya selalu berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta memiliki pengalaman dalam pemberdayaan  masyarakat  sejak tahun 1978.

Dari kegiatan ini diharapkan para mahasiswa yang mengikuti menjadi terlatih dengan baik dalam hal pengembangan masyarakat. Mahasiswa itu diharapkan juga meningkat kompetensi pengembangan masyarakatnya setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini.

Sebagaimana angkatan sebelumnya, pasca mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta memiliki keahlian dasar diantaranya :

  1. Menguasai data dan informasi baik data sosial maupun spasial suatu masyarakat guna mengetahui gejala-gejala masalah yang mempengaruhi kehidupan masyarakat;
  2. Penerapan alat analisa sosial dan spasial, sebagai proses memahami situasi dan kondisi masalah yang dihadapi masyarakat secara mendalam;
  3. Merancang dan menerapkan siklus daur manajemen program, sebagai alat untuk proses-proses perubahan sosial yang akan dikembangkan;
  4. Merancang dan menerapkan teknologi tepat guna, sebagai cara untuk memperbaiki pengelolaan dan peningkatan sumberdaya alam dan lingkungan;
  5. Merancang dan menerapkan fasilitasi masyarakat sebagai pembelajaran masyarakat untuk menata kehidupan menjadi lebih baik;
  6. Menulis gagasan, perencanaan, dan pelaporan program dengan baik, sebagai media komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam program pengembangan masyarakat sehingga proses-proses perubahan sosial dipelajari dengan baik; dan
  7. Menyajikan dan mempresentasikan gagasan serta hasil kegiatan dengan baik.

Metodologi pembelajaran  yang diterapkan di LPTP lebih banyak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk sebanyak mungkin mengeksplorasi dan meng-exercise kemampuan profesionalnya. Pembelajaran teori masih dibutuhkan terkait dengan keseluruhan materi kurikulum sepanjang dibutuhkan untuk me-refresh, menambah, maupun melengkapi wawasan dan pengetahuan yang telah diperoleh dari pembelajaran perkuliahan. Sehubungan dengan itu maka konten pembelajaran terdiri 70% praktek ,  20%  mengkaji dan 10% mengevaluasi dan merefleksikan.

Kegiatan ini diawali dengan penyerahan mahasiswa yang akan belajar bersama oleh Ketua Prodi  PMI (ibu Suprihatiningsih).  Dalam sambutannya Ketua Prodi PMI ini mengatakan bahwa kegiatan ini sudah yang ke empat dan berharap LPTP memberikan bekal pembelajaran dan ketrampilan pada mahasiswanya. Diharapkan setelah dari LPTP mahasiswa lebih siap melakukan pemberdayaan di masyarakat.

Praktek bersama

Seperti sebelumnya, kegiatan ini lebih banyak dilakukan di KGI (Kaliboto Green Institute). Di kampus KGI ini terdapat sarana belajar yang memadai serta berada di lingkungan yang mendukung pelaksanaan belajar teori maupun praktek yang memadai. Mereka dapat berhubungan dengan masyarakat desa di sekitar KGI.

Sebagaimana angkatan sebelumnya, menjelang berakhirnya kegiatan ini dilakukan evaluasi bersama. Mereka bebas menyampaikan kesan, usulan, materi, penilaian pada pendamping,  bahkan protes  kepada para pendamping dari LPTP.

Paginya sebelum kembali ke Semarang dilakukan penutupan di kantor LPTP Palur.  LPTP secara resmi menyerahkan kembali para mahasiswa Prodi PMI yang telah digemblengnya dengan  belajar bersama dengan masyarakat. Penyerahan dari LPTP dilakukan oleh Rahadi selaku ketua Badan Pengurus YLPTP dan diterima oleh Wakil Dekan II prodi PMI UIN Walisongo Semarang.

Mahasiswa Prodi PMI UIN Walisongo angkatan 4

***

]]>
https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang/feed/ 30 1149
Peningkatan Kompetensi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Angkatan Ketiga https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang-angkatan-ketiga/ https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang-angkatan-ketiga/#respond Thu, 05 Dec 2019 15:15:25 +0000 http://lptp.or.id/?p=1259 Angkatan Ketiga, 18 – 22 Pebruari 2019

Sebagai kelanjutan dari kerjasama Prodi PMI (Pengembangan Masyarakat Islam) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang dengan LPTP, pada tanggal 18 – 22 Pebruari 2019 kembali dilakukan pelatihan peningkatan kompetensi pemberdayaan masyarakat mahasiswa UIN Walisongo. Ini merupakan kegiatan ketiga yang dilakukan sejak dimulai pertama kali pada April 2018 lalu.

Rombongan mahasiswa UIN itu datang pada hari Senin pagi tanggal 18 Februari 2019. Sebanyak 37 orang mahasiswa UIN Walisongo dari Prodi PMI mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri 15 laki-laki dan 22 perempuan.  Agenda serah terima mahasiswa yang akan belajar bersama di LPTP dilakukan pada siang hari. Dari UIN Walisongo diwakili Afandi, Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi, sedang dari LPTP diwakili oleh Ahmad Mahmudi ketua Badan Pengurus Yayasan LPTP.

Agenda pertama setelah serah terima mahasiswa adalah dilakukannya pre test yang dipandu oleh Zamzaini, selaku kepala sekolah pelatihan singkat ini. Pre test merupakan test penjajagan awal, sehingga akan diketahui sebelum mendapat banyak pengetahuan sejauh mana peserta memahami ilmu pengetahuan yang akan dipelajari. Setelah dilakukan pre test, peserta diminta mengisi database dengan form yang sudah disediakan oleh panitia. Pengisian data base ini bertujuan untuk menginventarisir peserta yang pernah belajar di LPTP.

Untuk mengetahui sejauh mana ketertarikan dan cita-cita peserta dalam memilih jurusan PMI, maka peserta diminta memperkenalkan diri dan menuliskan cita-cita masuk PMI. Mereka menuliskan apa adanya tentang ketertarikan dan cita-citanya memilih studi pada Prodi PMI UIN Walisongo. Setelah itu peserta dengan pendamping LPTP membuat kontrak belajar. Kontrak belajar ini menyangkut tentang hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama proses belajar bersama berjalan.

Setelah itu untuk memudahkan dalam belajar bersama dibagi 4 kelompok.  Masing-masing kelompok 9 orang dengan 1 orang ketua. Ini untuk memudahkan dalam pengorganisasian tugas-tugas kelompok dalam proses belajar nanti.

Pada hari pertama setelah makan malam, kelas segera dimulai. Materi pertama yang disampaikan adalah tentang kefasilitatoran. Materi ini disampaikan oleh Zamzaini yang juga menjadi penanggungjawab dari aktivitas belajar bersama ini.

Materi lain yang diberikan pada hari selanjutnya adalah materi pemetaan dengan narasumber Muslim Afandi dan Fahruzzaman. Materi ini membahas pemetaan dan Sistem Informasi Desa. Juga  materi pengembangan teknologi tepat guna dengan narasumber Eko Istiyanto dan Hardi yang mengenalkan pengembangan teknologi sederhana dibidang pertanian dan pengelolaan sampah rumah tangga. Selanjutnya materi manajemen program dengan narasumber Rahadi, materi menulis gagasan dan laporan dengan narasumber Sri Wahyuning.

Tempat belajar pelatihan ini berada pada dua lokasi. Untuk pembukaan dan penutupan dilakukan di ruang Diklat LPTP Palur, sedang untuk pembelajaran teknis dan praktek lapangan dipusatkan di KGI (Kaliboto Green Institute) yang dekat dengan komunitas sebagai praktek pemetaan dan juga sebagai pusat pengembangan teknologi tepat guna.

Pada hari terakhir dilakukan evaluasi bersama. Dari evaluasi itu diketahui model pembagian kelompok kerja mampu meningkatkan partisipasi peserta  selama proses belajar berlangsung. Hal ini dapat dilihat dari proses diskusi maupun praktek lapangan. Banyak hal disampaikan dalam evaluasi bersama ini. Para peserta dan pendamping bebas menyampaikan hal apa pun. Para mahasiswa yang terbiasa dalam rutinitas kegiatan kampus, menjumpai pengalaman baru. Itu semua diharapkan dapat meningkatkan wawasannya serta meningkatkan kompetensinya.

Penyerahan kembali mahasiswa dilakukan pada hari Jumat pagi. Pejabat Prodi PMI dan LPTP saling melakukan serah terima para mahasiswa yang selama hampir seminggu belajar bersama dengan LPTP dan masyarakat secara langsung. Bis UIN Walisongo Semarang selanjutnya membawa mahasiswa kembali ke kampusnya.

Baca juga……….

 

***

]]>
https://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang-angkatan-ketiga/feed/ 0 1259