10 April 2020

Pusat Rekayasa TTG

Sejak awal pendiriannya LPTP memiliki perhatian yang serius terhadap TTG (Teknologi Tepat Guna). Teknologi ini dianggap tepat untuk mengembangkan masyarakat. Pada tahun 1989 dengan bantuan USAID, LPTP membangun bengkel pusat rekayasa teknologi tepat guna. Bengkel itu menjadi tempat diklat dan rekayasa TTG. Segera setelah itu bengkel LPTP melayani kebutuhan TTG industri kecil dalam program RBS (Rural Businness Scale) dan SBS (Small Businness Scale) beragam jenis TTG sesuai kebutuhan masyarakat.

Kuantitas pengembanan TTG oleh LPTP meningkat ketika bengkel dikelola oleh Akademi Teknik Adiyasa, salah satu unit pendidikan di bawah Yayasan LPTP. Jumlah rekayasa TTG meningkat dan sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat. Sepanjang waktu penyempurnaan terhadap rekayasa TTG juga terus dilakukan.

Bengkel LPTP selain sebagai pusat rekayasa juga  menjadi pusat training dan pendidikan. Kegiatan lain yang dilakukan di antaranya menjalin kerja sama publikasi teknologi tepat guna dengan media massa seperti Kedaulatan Rakyat dan Solo Pos serta penerbitan buku seri teknologi dengan Tiga Serangkai Solo. Pameran-pameran teknologi juga diikuti baik yang diadakan di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten.

Mitra LPTP dalam pemanfaatan TTG di antaranya :

  • Kantor Lingkungan Hidup pusat maupun daerah dalam pembuatan mesin perajang bahan organik untuk keperluan pupuk.
  • Pemerintah Provinsi Jateng dan beberapa Kabupaten/Kota dalam hal teknologi untuk industri kecil dan pengolah pupuk organik.
  • PDAM Kabupaten Nias dan GTZ dalam hal konstruksi pipa PDAM Nias.
  • NGO lokal dalam pemanfaatan rekayasa mesin pengolah sampah organik dan rekayasa mesin penghasil energi alternatif.
  • Wiraswasta/pengrajin/pengusaha kecil dalam hal pemanfaatan penggiling kedelai, mesin perajang keripik tempe, singkong, brambang dan teknologi tepat lain.

Untuk ragam teknologi lebih lengkap lihat pada :

©2019 LPTP - Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan