30 Mei 2020

Program Kerja Wilayah Wonosobo

LPTP STASIUN WONOSOBO

Hamparan tanaman dataran tinggi

Program yang dikembangkan LPTP di Kabupaten Wonosobo adalah Penataan dan Pengelolaan Kawasan Produktif Secara Terpadu dan Berkelanjutan di Area DAS Serayu. Program ini telah dimulai sejak tahun 2012 dengan diawali melakukan riset pada kawasan DAS Serayu.

Berdasarkan hasil riset di kawasan itu, Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta menyusun program sebagai usaha untuk melakukan perbaikan ekosistem dengan cara mengembalikan sumber-sumber penghidupan melalui 4 pendekatan:

  1. Program pertanian berkelanjuan.
  2. Program konservasi tanah dan air.
  3. Program pengembangan industri rumah tangga.
  4. Program sanitasi lingkungan.

Tujuan dari dilaksanakannya program ini adalah untuk meningkatkan tata kelola fungsi lingkungan yang menjamin kelestarian sumberdaya air untuk mendukung sumber-sumber penghidupan masyarakat yang berkelanjutan pada lima  desa/kalurahan :

  • Kelurahan Kejiwan Kecamatan Wonosobo.
  • Desa Blederan dan Desa Bumirejo serta Kelurahan Kalibeber di Kecamatan Mojotengah.
  • Desa Mlandi di Kecamatan Garung.

Berdasarkan 4 pendekatan yang dilakukan, dilaksanakan empat program dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Program pertanian berkelanjutan:
    • Meningkatkan produktifitas lahan dengan pola pertanian SRI.
    • Mengembangkan pertanian berbasis ruang.
  1. Konservasi Lingkungan
    • Meningkatkan tata kelola fungsi lingkungan (tanah dan air) yang menjamin kelestarian sumberdaya air.
  1. Program pengembangan Industri Rumah Tangga
    • Meningkatkan dan mengembangkan usaha produktif skala rumah tangga.
    • Mengembangkan kelembagaan ekonomi mikro sebagai akses permodalan usaha.
    • Mendorong kebijakan kepada pemerintah.
  1. Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
    • Mengembangkan pengelolaan sampah rumah tangga.
    • Mengembangkan teknologi sanitasi.

Sedang metode yang digunakan dalam melaksanakan program adalah :

  1. Participatory Action Research (PAR)
    • Masyarakat/komunitas sebagai peneliti dan pelaku utama sekaligus sebagai pengorganisir (community organizers).
    • LPTP sebagai fasilitator dan rekan peneliti (co-researcher).
    • Semua analisis dan keputusan bersama berdasarkan data dan pembuktian lapangan yang teruji, baik menurut kearifan lokal maupun ilmu pengetahuan.
  1. Pendekatan Sekolah Lapang Rakyat
    • Mempengaruhi seseorang tidak bisa dengan hanya satu tindakan tertentu, namun menggunakan tindakan yang sistematis.
    • LPTP adalah fasilitator, bukan guru.
    • Pengalaman hidup masyarakat merupakan materi pembelajaran dalam sekolah.

 

****

©2019 LPTP - Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan