30 Mei 2020

Program Kerja Wilayah Klaten

LPTP STASIUN KLATEN

Program LPTP di stasiun Klaten adalah Aksi Kolektif Pelestarian Sungai Pusur. Program ini telah berjalan mulai tahun 2016. Terdapat 3 tujuan pada program aksi kolektif pelestarian Sungai Pusur:

  1. Tujuan Jangka Panjang. Pada tujuan ini meningkatkan tata kelola daerah imbuhan (recharge area) dan kawasan sub DAS Pusur untuk menjamin kelestarian sumberdaya air dalam mendukung sumber-sumber penghidupan masyarakat yang berkelanjutan (Periode 2018 sd 2030).
  2. Tujuan Jangka Menengah. Tujuannya adalah menurunkan run off sejumlah dan meningkatkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat kawasan sub DAS Pusur. Selain itu juga membangun kemitraan multipihak dalam pengelolaan kawasan sub DAS Pusur dan menumbuhkan inisiatif pengembangan usaha ekonomi dari aktivitas konservasi.
  3. Tujuan Jangka Pendek. Ada sembilan tujuan yang hendak dicapai dalam jangka pendek. Pertama perluasan tutupan lahan dengan tanaman tutupan lahan dan tanaman penguat tanah. Kedua terbangun tindakan sipil teknis untuk meningkatan resapan air. Ketiga mengembangkan sekolah lapangan (SL) konservasi. Keempat membangun jaringan sekolah lapangan dan kelima membentuk forum multipihak yang berperan aktif mendukung konservasi kawasan sub DAS Pusur. Yang keenam melakukan advokasi dukungan kebijakan dari pemerintah desa, ketujuh melakukan advokasi kebijakan ke pemerintah kabupaten. Kedelapan memfasilitasi pengembangan sumber-sumber pendapatan baru atau alternatif dari kegiatan konservasi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, pendidikan, industry rumah tangga. Sedang yang terakhir atau kesembilan mengembangkan edukasi wisata konservasi pengembangan industry souvenir.

Sekolah lapang petani

Untuk metodelogi dan pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan program kerja adalah  Participatory Action Research (PAR). Pada pendekatan ini warga setempat sebagai peneliti dan pelaku utama langsung, sekaligus pengorganisir sesama warga (community organizers), sedang pelaksana program dari LPTP sebagai fasilitator dan rekan peneliti (co-researcher) bagi para warga setempat. Semua analisis dan keputusan bersama berdasarkan data dan pembuktian lapangan yang teruji, baik menurut kearifan lokal maupun ilmu pengetahuan.

Pendekatan yang kedua adalah pendekatan agro-ecosystem & kawasan terpadu. Pada pendekatan ini dengan mengembangkan rakitan teknologi stabilisasi lahan dan usaha tani konservasi dengan merekayasa unsur-unsur bio-fisika yang sesuai dengan kondisi setempat (specific location) dan yang mampu mengendalikan erosi serta sekaligus memberikan hasil yang tinggi.

 

***

©2019 LPTP - Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan