eddy – LPTP Surakarta http://lptp.or.id Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan Wed, 17 Jun 2020 11:45:01 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3.4 https://i0.wp.com/lptp.or.id/wp-content/uploads/2019/07/cropped-logo-lptp-viktor.png?fit=32%2C32 eddy – LPTP Surakarta http://lptp.or.id 32 32 164617430 Diskusi Online Strategi Desa Dalam Membangun Ketahanan Pangan Desa Masa Pandemi Covid 19 http://lptp.or.id/diskusi-online-strategi-desa-dalam-membangun-ketahanan-pangan-desa-masa-pandemi-covid-19/ Wed, 17 Jun 2020 18:39:23 +0000 http://lptp.or.id/?p=1470 TOLONG MENOLONG DAN GOTONG ROYONG ADALAH KATUB PENGAMANAN DIMASA SULIT

(Catatan WEBINAR serial Yayasan LPTP, 17 Juni 2020 dengan Thema: Strategi desa dalam membangun ketahanan pangan pada masa pandemi covid-19)

“Saya kira, Desa Mlandi juga mengalami hal yang sama dengan desa-desa yang merasa kebingungan dengan pandemi covid-19. Banjir informasi baik melalui media online, maupun selebaran yang diberikan oleh pemerintah justru membuat perangkat desa menjadi kebingungan. Selain Banjir informasi, juga banjir bantuan yang justru melemahkan kekuatan desa. Dalam situasi seperti itu, maka aparatur Desa Mlandi mengajak semua warga untuk duduk bersama menerawang ke belakang peristiwa yang hampir sama dan meletakkan semua infomasi di pojok kantor,” begitu kata pembuka yang disampaikan oleh A. Istangin salah satu narasumber dalam webinar YLPTP.  A. Istangin adalah perangkat Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo.

Ada beberapa hal menarik yang disampaikan oleh A. Istangin dalam strategi bertahan dalam pandemi covid-19 di desa Mlandi, antara lain:  Petama, Desa Mlandi menyambut pemudik dari kota. Di saat desa-desa lain ketakutan dengan kedatangan pemudik, hal ini tidak terjadi di desa Mlandi. Justru Desa Mlandi menyambut pemudik dengan menyiapkan protokol dengan sangat  baik dan manusiawi. Bahkan sebelum lebaran ada 190 pemudik yang disambut di desa. Kedua, Desa Mlandi melakukan gerakan tolong-menolong dengan memberi bantuan terhadap warga desanya yang masih tinggal di kota dan mengalami kesulitan ekonomi. Di Desa Mlandi tidak terjadi orang saling iri soal bantuan, karena semangat berbagi masih sangat tinggi.  Ketiga, Desa Mlandi membuat jalur distribusi produksi pertanian satu pintu untuk menghindari kerumunan (sosial and phisical distancing). Langkah ini justru melahirkan pola-pola perdagangan yang berkeadilan dan tidak saling merugikan (Fair Trade).  Keempat, bagi para pemudik disediakan pekerjaan baru dengan menggarap lahan milik desa atau lahan yang ada di desa yang menjadi milik orang kota tetapi tidak tergarap.

Sebagian peserta diskusi online

Dalam Webinar ini juga menghadirkan pembahas Bapak Erfan Maryono (peneliti senior LP3ES dan sekretaris dewan Pembina YLPTP. Beliau menyampaikan bahwa apa yang terjadi di Mlandi semestinya dapat juga terjadi di tempat lain. Tetapi tentu tidak mudah, karena problem utama belum terpecahkan yakni soal database dan rapuhnya solidaritas  sosial di pedesaan. Desa Mlandi mampu mengatasi semuanya karena sistem database yang kuat dan solidaritas sosial yang masih terjaga.

Desa Mlandi telah mampu mengelola sumberdaya desanya untuk membangun ketahanan sosial dalam menghadapi pandemi covid-19.  Pekerjaan rumah yang harus dikerjakan selanjutnya adalah bagaimana mengelola sumberdaya desa dengan tetap menjaga keseimbangan. Karena kemunculan pandemi covid-19 salah satunya disebabkan keseimbangan alam yang mulai terganggu. (Rahadi)

Makalah yang disampaikan dapat di download pada link di bawah ini :

Peran Pemuda Desa Mlandi Dalam Covid 19

***

]]>
1470
Peluang Pengembangan Ekonomi Pedesaan Pasca Covid-19 dan Memasuki Era New Normal http://lptp.or.id/peluang-pengembangan-ekonomi-pedesaan-pasca-covid-19-dan-memasuki-era-new-normal/ http://lptp.or.id/peluang-pengembangan-ekonomi-pedesaan-pasca-covid-19-dan-memasuki-era-new-normal/#respond Tue, 02 Jun 2020 16:53:36 +0000 http://lptp.or.id/?p=1355 Halal Bihalal Online Komunitas LPTP Tahun 2020

Pada hari Sabtu 30 Mei 2020, Komunitas LPTP mengadakan halal bi halal secara online. Halal bi halal dimulai pukul 10.00 – 12.00 WIB. Halal bi halal ini dilakukan melalui media online yang biasa LPTP gunakan.

Halal bi halal special di tengah pandemi covid-19  ini mengangkat tema Peluang Pengembangan Ekonomi Pedesaan Pasca Covid-19 dan Memasuki Era New Normal. LPTP menghadirkan 3 pakar yang bukan orang jauh LPTP untuk menjadi pembicara dan pemantik diskusi:

  1. Dr. Ravik Karsidi, MS (staf khusus Menko PMK, Ketua Dewan Pembina YLPTP) dengan Paparan: Peluang Pengembangan Ekonomi Di Pedesaan Pasca Covid-19
  2. Beni Sutrisno (praktisi ekonomi, anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Anggota Dewan Pembina YLPTP) dengan Paparan: De Globalisasi, Strategi Pembangunan Pedesaan Pasca Covid 19
  3. Dr. Lukman Hakim(dosen dan Dekan Fakultas ekonomi UNS) dengan Paparan: Covid-19, Siklus Bisnis, SDGs, New Normal dan Pembangunan Perdesaan

Sebagai Moderator dalam sarasehan halal bi halal ini adalah Muhammad Sofwan (koordinator lapangan LPTP Stasiun Wonosobo dan Kepala Bidang Perbaikan Fungsi Lingkungan Yayasan LPTP). Acara Webinar halal bi halal diikuti oleh 65 partisipan yang terdiri anggota komunitas LPTP dan teman-teman LPTP dari berbagai daerah.

Sebagian peserta halal bi halal

Acara diawali dan dibuka oleh Rahadi selaku ketua Badan Pengurus Yayasan LPTP sekaligus mengucapkan ikrar halal bi halal kepada semua anggota komunitas LPTP dan semua yang terlibat dalam webinar halal bi halal. Ketua Badan Pengurus Yayasan LPTP  juga menyampaikan maksud webinar ini selain sebagai ajang silaturahmi komunitas LPTP juga sebagai kajian dalam menyiapkan masyarakat menghadapi babak baru New Normal.

Selanjutnya acara dimullai dengan pemaparan Prof. Dr. Ravik Karsidi dengan penyampaian gagasan Peluang Pengembangan Ekonomi Di Pedesaan Pasca Covid-19.  Sangat menarik apa yang disampaikan Prof. Ravik bahwa pasca Covid-19, ekonomi pedesaan lebih stabil dibanding ekonomi perkotaan. Sektor pangan relatif akan menempati posisi yang baik dalam pengembangan ekonomi. Problem utamanya adalah bagaimana mendorong bisnis pedesaan dengan pendekataan yang berkeadilan dan modern.

Pembicara kedua, Benny Soetrisno dengan penyampaian gagasan De Globalisasi, Strategi Pembangunan Pedesaan Pasca Covid 19. Dengan pengalaman malang melintang sebagai praktisi bisnis dan pengusaha, anggota Dewan Pembina YLPTP ini  menyampaikan bahwa untuk kembali pada kehidupan normal baru, maka diperlukan “How to accelerate economy during recovery?” dengan menekankan supporting pada produk dalam negeri, serta perlunya membangun sebuah strategi “De Globalisasi.”

Pembicara ketiga, Dr. Lukman Hakim dengan penyampaian gagasan Covid-19, Siklus Bisnis, SDGs, New Normal dan Pembangunan Perdesaan. Dalam Penyampaiannya, Dr. Lukman mengatakan bahwa situasi ini adalah siklus bisnis yang biasa, jadi tidak perlu khawatir. Jika kita belajar dari sejarah masa lalu, Nabi Yusuf sudah mampu mentakwil mimpi bahwa akan ada siklus bisnis puncak dan paceklik (krisis).

Sebagian peserta webinar halal bi halal tahun 2020

Kajian Pedesaan pada era Covid-19 semakin menarik, karena respons desa terhadap wabah ini menjadi sangat penting, orang kembali ke lokasi terkecil yakni desa, RW sampai RT. Dana desa menjadi andalan dalam mengatasi Covid-10 dan menggerakkan ekonomi desa. Pengembangan ekonomi desa baik berdasarakan One Village One Product (OVOP) dalam BUMDes yang dikaitkan dengan pasar berbasiskan digital harus dikembangkan dan di dimasukkan dalam RPJMDes serta dalam rangka mencapai SDGs.

Setelah pemaparan, forum diskusi dibuka untuk sharing gagasan dan pengalaman dari wilayah masing-masing. Luar biasa, respon peserta webinar sangat antusias. Namun karena waktu yang hanya 2 jam, akhirnya banyak yang tidak kebagian sesi sharing.

Bagi yang ingin mendalami lebih lanjut paparan dari masing-masing pakar di atas, bisa download makalah pada link di bawah ini:

Juga jika ingin download kertas kerja Prof. Dr. Baiquni tentang Geostrategi Indonesia Dalam Tatanan Kekuatan Baru Dunia bisa download link di bawah ini. Paparan ini disampaikan pada webinar LPTP pada 16 Mei 2020 sebelum hari raya Idul Fitri.

***

 

]]>
http://lptp.or.id/peluang-pengembangan-ekonomi-pedesaan-pasca-covid-19-dan-memasuki-era-new-normal/feed/ 0 1355
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H http://lptp.or.id/selamat-idul-fitri-1-syawal-1441-h/ http://lptp.or.id/selamat-idul-fitri-1-syawal-1441-h/#respond Fri, 22 May 2020 18:05:19 +0000 http://lptp.or.id/?p=1343 Selama kurun waktu satu tahun banyak pengalaman dan pelajaran yang dipetik oleh LPTP dalam melaksanakan aktivitasnya. Pengalaman dan pelajaran yang diperolehnya menjadikannya semakin dewasa.

Yayasan LPTP menyadari dalam aktivitasnya tidak lepas dari kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Meskipun tidak berniat melakukan, namun bisa karena ketidaksengajaannya melakukan kekeliruan. Menyadari secara arif adanya kekeliruan merupakan modal dasar munculnya semangat untuk memperbaiki diri agar lebih sempurna lagi.

Tidak sedikit pun komunitas LPTP memiliki niat untuk melakukan tindakan tak terpuji yang melukai siapa pun baik itu mitra kerja maupun warga masyarakat lain. Namun sebagaimana makhluk manusia, secara sengaja atau tidak mungkin telah melakukan sesuatu yang melukai hati. Untuk itulah pada suasana Idul Fitri ini segenap komunitas LPTP mohon maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak.

Taqaballallohu minna wa minkum, taqoballalohu minna ya karim

Mina aidzin wal fa idzin – Mohon Maaf Lahir Batin

***

 

]]>
http://lptp.or.id/selamat-idul-fitri-1-syawal-1441-h/feed/ 0 1343
Donasi Sarana PHBS Melawan Covid19 http://lptp.or.id/donasi-sarana-phbs-melawan-covid19/ http://lptp.or.id/donasi-sarana-phbs-melawan-covid19/#respond Tue, 19 May 2020 14:49:32 +0000 http://lptp.or.id/?p=1335 Sebagai bentuk solidaritas sosial dan mendukung penanganan covid19, LPTP bekerja sama dengan  Danone mendistribusikan sarana PHBS pada beberapa kantor desa di wilayah Klaten dan Boyolali. Sekitar 500 sarana cuci tangan lengkap dengan sabun  telah dibagikan pada desa-desa yang terletak  di sepanjang  Sungai Pusur. Desa itu ada yang berada di kawasan hulu Sungai Pusur di daerah Musuk Boyolali.

Pendistribusian dimulai 15 Mei lalu pada kantor-kantor desa di tiga kecamatan.  Selanjutnya kantor desa akan meneruskan pada tempat-tempat yang di pandang perlu ada sarana cuci tangannya. Sedang pembuatan sarana cuci tangan itu dilakukan sejak awal Mei di LPTP Solo. Adanya sarana cuci tangan di berbagai tempat ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat dan bersih yang merupakan salah satu syarat memperkecil risiko terpapar covid19.

PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)  merupakan hal penting dalam melawan covid19. PHBS perlu diaplikasikan dalam berbagai segi kehidupan atau pada berbagai sektor. Salah  satunya adalah dengan cuci tangan selama 20 detik dalam memerangi virus covid19 ini dan dilakukan sesering mungkin.

Untuk  itu tim  LPTP bekerja sama dengan Danone  berkontribusi tempat cuci tangan dan sabun pada kantor-kantor desa di kawasan Sungai Pusur. Selanjutnya desa akan membagikan pada pihak yang membutuhkan di lingkungannya.

Desa-desa yang mendapat bantuan  sarana PHBS ini adalah :

  • Desa Mriyan Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali.
  • Desa Pagerjurang Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali.
  • Desa Mundu Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten.
  • Desa Sudimoro Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten.
  • Desa Sorogaten Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten.

****

]]>
http://lptp.or.id/donasi-sarana-phbs-melawan-covid19/feed/ 0 1335
Penerimaan Mahasiswa Baru Akademi Komunitas Adiyasa http://lptp.or.id/penerimaan-mahasiswa-baru-akademi-komunitas-adiyasa/ http://lptp.or.id/penerimaan-mahasiswa-baru-akademi-komunitas-adiyasa/#respond Wed, 22 Apr 2020 19:05:21 +0000 http://lptp.or.id/?p=1308 Sesuai dengan izin yang diperoleh dari Mendikbud via Dirjen Pendidikan Tinggi, pada tahun akademik 2020/2021 ini, Akademi Komunitas Adiyasa (AKA)  mulai melakukan penerimaan mahasiswa baru. Pada tahap awal, AKA memang baru memiliki satu prodi vokasi pembuatan pagar dengan kompetensi pengelasan. Berbagai persiapan baik untuk keperluan perkuliahan teori maupun praktikum telah disiapkan oleh AKA.

Sesuai dengan prodi vokasi, mahasiswa yang  belajar di AKA akan belajar teori dan praktek. Porsi praktikum lebih besar karena memang tujuannya untuk meningkatkan kompetensi peserta didik pada kecakapan pengelasan. Prodi pembuatan pagar menginduk pada rumpun ilmu teknik mesin. Sedang kompetensi yang dipilih adalah peningkatan kemampuan dibidang pengelasan. Berbagai teknik pengelasan akan dipelajari mereka yang belajar di AKA selama satu tahun ini.

Ketrampilan bidang pengelasan yang dipelajari adalah :

  • Las OAW (Oksigen Acetilyn Weld)
  • Las SMAW (Sheild Metal Arc Weld)
  • Las TIG (Tungsten Inertia Gas)
  • Las MIG (Metal Inertia Gas)

Pada semester kedua dilakukan OJT (On the Job Training). Peserta akan belajar dan praktek kerja langsung pada perusahaan yang menjadi mitra kerja AKA.

Persyaratan menjadi mahasiswa AKA adalah lulus SMA/SMK dan mengisi formulir pendaftaran. Biaya perkuliahan dan praktikum ringan dan pendidikan ditempuh selama 2 semester.

 

Pendaftaran juga bisa dilakukan secara online dengan klik link di bawah ini :

https://tinyurl.com/y9s9lfgu

atau

https://forms.gle/tbMA1GCjAyJxvTCw7

 

***

]]>
http://lptp.or.id/penerimaan-mahasiswa-baru-akademi-komunitas-adiyasa/feed/ 0 1308
Donasi 10.000 Tempe Untuk Masyarakat Rentan http://lptp.or.id/donasi-10-000-tempe-untuk-masyarakat-rentan/ http://lptp.or.id/donasi-10-000-tempe-untuk-masyarakat-rentan/#respond Mon, 20 Apr 2020 18:26:06 +0000 http://lptp.or.id/?p=1314 Pandemi covid19 memberi implikasi yang dalam pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.  Pola hidup masyarakat berubah drastis untuk mengurangi penyebaran covid19. Pembatasan sosial diterapkan di berbagai daerah. Salah satu implikasi yang dirasakan banyak orang adalah stagnan bahkan menurunnya tingkat produksi  diberbagai sektor  usaha dan juga semakin bertambahnya jumlah warga masyarakat rentan.  Sementara warga masyarakat dminta untuk meningkatkan daya imun fisik mereka agar tangguh terhadap risiko terpapar virus covid19.

Sebagai  bentuk keperdulian terhadap dampak covid19 ini, LPTP bekerja sama dengan Danone serta unit usaha kecil tempe melakukan donasi tempe.   Donasi ini merupakan bentuk keperdulian  pemenuhan gizi kelompok rentan. Sebanyak 10.000 pcs tempe dibagikan pada masyarakat rentan di daerah Yogyakarta dan Kabupaten Klaten.  Kegiatan ini juga sekaligus mendukung keperdulian industri tempe skala kecil yang terimbas pandemi covid19. Produksi tempe ini dilakukan oleh Rumah Tempe Srikandi Geneng (RTSG) di Desa Geneng Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten

Pendistribusian tempe dilakukan di Jogja dan Klaten oleh LPTP dan mulai dilaksanakan hari Senin tanggal 20 April hingga 27 April 2020. Donasi ini diharapkan sedikit meringankan beban warga masyarakat yang dirasakan semakin berat akibat pandemi covid19.

Donasi tempe ini mendapat sambutan baik dari Dinas Sosial Klaten.  Juga dari Camat Kemalang Klaten dan Kepala Desa yang warganya mendapat bantuan. Pendistribusian tempe ini dilakukan pada banyak pihak di daerah Klaten dan Jogja. Penerima manfaat dari kegiatan donasi tempe ini di antaranya adalah :

  1. Lansia Desa Taji. Sebanyak  250 tempe diterima via Kepala Desa Taji, Polo Dirgantara dan mereka yang mendapat bantuan mengambilnya di balai desa. Ini mengingat physical distancing dan banyaknya jalan-jalan desa yang di palang.
  2. Tunadaksa Delanggu Klaten.
  3. Disabilitas Kecamatan Kemalang Klaten dan diterima oleh Camat Kemalang Dwi Prasetyo.
  4. Panti asuhan sayidina Ali Piyungan.
  5. Panti asuhan Muhamadiyah Putra Prambanan, Sleman.
  6. Yayasan Sayap Ibu.
  7. Panti asuhah Al Latif.
  8. Panti asuhan Muhammadiyah Putri Kalasan.
  9. Panti asuhan Putra Al Hakim Yogyakarta.
  10. Panti asuhan Putri Yasmin Wonosalam, Sukoharjo, Sleman.
  11. Panti asuhan Sinar Melati, Sedan, Nganglik, Sleman, Yogyakarta.
  12. Panti asuhan Khotijah Magelang.
  13. Yayasan ibadah Bunda Yogjakarta.
  14. Panti asuhan Khirunisa Berbah Sleman Jogja.
  15. Panti asuhan Al Hag Sambilegi Kalasan.
  16. Panti asuhan Bakti Luhur Kalitirto Berbah Sleman.
  17. Panti asuhan Yatama.
  18. Kampung Pemulung Jogja.

 

***

]]>
http://lptp.or.id/donasi-10-000-tempe-untuk-masyarakat-rentan/feed/ 0 1314
Akademi Komunitas Adiyasa : Startup Baru YLPTP http://lptp.or.id/akademi-komunitas-adiyasa-startup-baru-ylptp/ http://lptp.or.id/akademi-komunitas-adiyasa-startup-baru-ylptp/#respond Tue, 03 Mar 2020 18:09:15 +0000 http://lptp.or.id/?p=1287 Pada tahun 2020 Yayasan LPTP meluncurkan startup baru Akademi Komunitas Adiyasa (AKA). Setelah berjuang cukup lama, izin pendirian AKA ini diperoleh dari Mendikbud via Dirjen Pendidikan Tinggi. Pada hari Selasa tanggal 3 Maret 2020, lewat acara seremonial LLDIKTI/Kopertis wilayah VI dilakukan penyerahan SK pendirian Akademi Komunitas Adiyasa.

Yayasan LPTP tidak sendiri. Terdapat Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi lain yang juga ikut menerima SK dari Mendikbud.  Ada yang menerima SK pemberian izin pembukaan prodi baru dan ada yang menerima SK perubahan bentuk perguruan tinggi. YLPTP menerima SK pendirian Akademi Komunitas Adiyasa bernomor 120/M/2020. Tahap awal ini satu prodi yang diizinkan.

Penyerahan SK Pendirian AKA di LLDIKTI VI

Dengan diperolehnya izin tersebut, Yayasan LPTP lewat Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi yang dibentuk segera melakukan persiapan.  AKA akan  segera dilaunching dan proses belajar mengajar akan dimulai pada bulan Juli/Agustus 2020 ini. YLPTP juga telah menetapkan Ir. Sukirno, MSi sebagai direktur AKA. Nanti akan  dibantu beberapa staf yang akan mensupport pelayanan Akademi Komunitas Adiyasa.

Perjuangan pendirian AKA sendiri melewati proses waktu cukup panjang. Upaya pendirian AKA  dimulai sejak bulan Juni 2017 dilanjutkan  workshop khusus penyusunan proposal pendirian AKA. Namun upaya pertama ini belum berhasil meskipun sudah mendapat visiting dari LLDIKTI VI serta assesor Ristek Dikti waktu itu. Pada tahun 2018 dilakukan pengusulan ulang pada Ristek Dikti dan masih harus memperbaiki usulannya. Pada tahun 2019 dilakukan kembali pengusulan dan usulan pendirian AKA ini disetujui.

Untuk tahap pertama,  prodi yang dimiliki AKA  berinduk pada rumpun ilmu Teknik Mesin, pada prodi Pembuatan Pagar dengan konsentrasi Teknik Las. Stratanya D1. Jadi merupakan sekolah vokasi yang akan memberikan pendidikan singkat dan praktis pengelasan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik yang belajar di AKA. Mahasiswa nanti akan belajar berbagai teknik pengelasan baik teori maupun praktek sesuai strata D1 yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pada bidang tertentu. Porsi prakteknya tentu lebih besar sesuai dengan sekolah vokasi yang orientasinya meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Dipilihnya prodi yang berinduk pada  Teknik Mesin bukan tanpa perhitungan. Teknik Mesin bukan hal asing bagi YLPTP. Pada tahun 1994, YLPTP pernah memiliki Akademi Teknik Adiyasa dan salah satu prodinya Teknik Mesin. Prodi Teknik Mesin Akademi Teknik Adiyasa ini telah meluluskan ahli madya mesin cukup banyak dari berbagai daerah. Laboratorium mesin serta mesin-mesin perbengkelan juga dimiliki LPTP. Laboratorium mesin ini nantinya akan digunakan kembali untuk proses belajar mengajar mahasiswa yang  akan meningkatkan kompetensinya di bidang pengelasan.

Dengan iklim penyelenggaraan pendidikan yang semakin terbuka serta merdeka diharapkan Akademi Komunitas Adiyasa  bisa berjalan baik dan dipercaya masyarakat untuk belajar di akademi yang didirikan Yayasan LPTP. Pendidikan dan pelatihan sendiri merupakan salah satu jati diri Yayasan LPTP. LPTP sudah sejak didirikan bergerak di bidang pelatihan dan pendidikan dengan orientasi pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Diharapkan lewat AKA ini, Yayasan LPTP mampu lebih luas melakukan pemberdayaan masyarakat serta meningkatan kompetensi warga masyarakat yang percaya dan mau belajar di Akademi Komunitas Adiyasa.

***

]]>
http://lptp.or.id/akademi-komunitas-adiyasa-startup-baru-ylptp/feed/ 0 1287
Pelatihan Geograpic Information System (GIS) LPTP http://lptp.or.id/pelatihan-geograpic-information-system-gis-lptp/ http://lptp.or.id/pelatihan-geograpic-information-system-gis-lptp/#respond Wed, 26 Feb 2020 14:57:27 +0000 http://lptp.or.id/?p=1277 Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System) atau GIS merupakan sistem informasi khusus yang mengelola data spasial (bereferensi keruangan). Dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya dalam sebuah database. Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute.

Kemampuan menguasai GIS terutama untuk orang  yang terlibat dalam pengembangan masyarakat diperlukan di berbagai wilayah. Sayangnya banyak masyarakat yang masih belum menyadari perlunya penggunaan sistem ini. Padahal sistem ini mampu memetakan suatu wilayah dengan detail baik spasial maupun sosial.

Belajar bersama pemetaan spasial dan sosial

Untuk memperkenalkan ilmu GIS kepada masyarakat luas, LPTP mengadakan pelatihan GIS pada tanggal 24-26 Januari 2020 di kantor LPTP Palur. Pelatihan dibagi menjadi dua tingkatan yaitu tingkat dasar dan tingkat lanjutan. Dalam tingkat dasar peserta diberi materi tentang pemetaan spasial, peserta diperkenalkan dengan aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan GIS dan diminta untuk membuat peta dalam wilayah yang tidak terlalu luas.

Pada pelatihan GIS tingkat lanjutan yang dilaksanakan selang beberapa minggu  setelah pelatihan GIS tingkat dasar, peserta diminta mencari data sosial dan menyatukannya dengan data spasial yang sudah dibuat. Peserta juga diajak mengolah data tersebut sehingga mudah dipahami oleh masyarakat umum dengan info grafik.

Peserta pelatihan berasal dari beberapa wilayah seperti Solo, Klaten, Surabaya dan Wonogiri. Kebanyakan dari peserta memang baru mengenal sistem pemetaan ini. Setelah kapasitasnya meningkat mereka akan menerapkan pada kegiatan yang dilakukan di daerahnya masing-masing. Diantaranya untuk melihat potensi dan masalah dalam suatu wilayah di daerah dampingannya. Para peserta juga berharap LPTP terus akan melaksanakan pelatihan seperti ini agar sistem ini lebih banyak dikuasai oleh masyarakat di berbagai daerah untuk berbagai kegiatan pemetaan. (Afzal)

 

***

 

 

]]>
http://lptp.or.id/pelatihan-geograpic-information-system-gis-lptp/feed/ 0 1277
Peningkatan Kompetensi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Angkatan Kelima http://lptp.or.id/peningkatan-kompetensi-bidang-pemberdayaan-masyarakat-mahasiswa-uin-walisongo-semarang-angkatan-kelima/ Mon, 17 Feb 2020 18:53:28 +0000 http://lptp.or.id/?p=1242 Angkatan Kelima, 10 – 14 Februari 2019

Pada bulan Februari 2020, UIN Walisongo Semarang kembali mengirim mahasiswanya untuk melakukan pendalaman dan praktek langsung pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa itu berasal dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada Prodi Pemberdayaan Masyarakat Islam (PMI). Sebanyak 42 orang mahasiswa (14 pria dan 28 wanita) datang ke LPTP dengan di antar oleh wakil dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan ketua Prodi PMI. Rombongan dari UIN Semarang ini datang dengan di antar bus kampus UIN jam 11 siang. Dari LPTP diterima oleh badan pengurus Yayasan LPTP.

Selanjutnya pada siang itu dilakukan serah terima antara UIN Walisongo dengan LPTP. Pihak UIN Walisongo menyerahkan 42 orang mahasiswanya kepada LPTP untuk mengikuti kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat lebih intensif dan mendalam.

Serah terima mahasiswa

Kegiatan ini juga bentuk benchmarking kompetensi pemberdayaan masyarakat dan  akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 14 Februari 2020. Sama seperti angkatan pertama, para mahasiswa yang mengikuti pelatihan di LPTP diharapkan dapat mengaplikasikan teori akademik yang diperoleh di program studinya dengan praktek langsung dan terjun di masyarakat dengan didampingi tim LPTP. Juga dapat mempelajari hal-hal baru yang belum diterima dari kampusnya dari para pendamping LPTP serta masyarakat.

Bagi UIN Walisongo Semarang sendiri lewat benchmarking kompetensi ini di antaranya dapat mengukur dan membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau kegiatan serupa  dari organisasi lain yang sejenis. Hingga Februari 2020 ini telah 5 angkatan mahasiwa Prodi PMI yang mengikuti kegiatan pendalaman pemberdayaan masyarakat di LPTP.

Wawancara dengan masyarakat dalam pemetaan sosial

Metodologi pembelajaran  yang diterapkan di LPTP sama dengan yang diberikan pada angkatan terdahulu. LPTP memberi kesempatan pada mahasiswa UIN untuk sebanyak mungkin mengeksplorasi dan menguji  kemampuan profesionalnya dalam praktek. Pembelajaran teori meskipun masih diberikan namun prosentasinya sedikit. Prosentasi pembelajarannya terdiri 70% praktek,  20%  mengkaji dan 10% mengevaluasi dan merefleksikan. Pembelajaran teori dan diskusi lebih banyak dilakukan di kantor LPTP Palur. Untuk kegiatan praktikum dan terjun langsung di masyarakat dilakukan di KGI (Kaliboto Green Institut) dan pada masyarakat di sekitar kantor LPTP Palur Karanganyar.

Diskusi kelompok

Menjelang akhir kegiatan dilakukan kegiatan evaluasi bersama antara mahasiswa dengan para pendamping LPTP. Agenda evaluasi ini berlangsung malam hari dipandu Ronggo, Ning dan Mamat yang merupakan pendamping dari LPTP. Selesai evaluasi bersama, para mahasiswa dari pantura ini menyelenggarakan api unggun sambil bakar jagung serta menyanyi.

Sedang penutupan kegiatan kompetensi ini dilakukan pada hari Jumat siang di kantor LPTP Palur Karanganyar. Pejabat Prodi PMI Fakultas Dakwah UIN Walisongo Semarang datang menjemput para mahasiswanya yang telah mengikuti pendalaman materi pemberdayaan masyarakat di LPTP hampir selama seminggu. Berbagai kesan disampaikan para mahasiswa yang selesai mengikuti pelatihan di LPTP ini. Pada umumnya mereka merasa senang dan mendapat pengetahuan serta pengalaman baru di LPTP.

Sehabis sholat Jumat, para mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan ini  dengan menggunakan bis kampus UIN Walisongo kembali ke kampusnya di Semarang.

Baca juga…………

 

Mahasiswa Prodi PMI UIN Walisongo angkatan 5

 

***

]]>
1242
Rapat Kerja Tahunan Dewan Pembina Yayasan LPTP http://lptp.or.id/rapat-kerja-tahunan-dewan-pembina-yayasan-lptp/ http://lptp.or.id/rapat-kerja-tahunan-dewan-pembina-yayasan-lptp/#respond Fri, 31 Jan 2020 18:48:46 +0000 http://lptp.or.id/?p=1106 Seperti biasanya pada setiap tahun,  Dewan Pembina (DP) Yayasan LPTP menyelenggarakan rapat kerja tahunan. Rapat diselenggarakan selama dua hari (tanggal 30-31 Januari  2020) di kantor LPTP Palur Karanganyar. Rapat ini dilakukan untuk melihat kinerja dari masing-masing unit yang ada di Yayasan LPTP. Semua unit yang ada di LPTP hadir dalam rapat itu diwakili oleh pimpinannya.

Hadir dalam rapat kerja tahunan itu ketua harian Yayasan LPTP Prof. Ravik Karsidi, MS. Hadir juga  Drs Erfan Maryono dan Drs Hari Mulyadi (sekretaris LPTP) serta Drs Endu Marsono dan Sugeng Setyadi.  Meskipun terlambat, Prof. Dr. Baiquni dari Jogyakarta  datang  pada hari Jumat siang . Sedang dari Badan Pengawas hadir  Drs Yacob Suparno.

Rapat DP diawali dengan pembukaan dan doa. Kemudian  dilanjutkan sambutan dari ketua harian Dewan Pembina Yayasan LPTP Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS.  Untuk pimpinan rapat pada hari pertama diserahkan pada Drs. Erfan Maryono yang merupakan sekretaris I DP Yayasan LPTP.

Selesai itu dilanjutkan paparan kinerja dan perencanaan dari Rahadi, ketua Badan Pengurus  (BP) LPTP. BP LPTP pada awal  Januari lalu telah menyelenggarakan workshop internal selama 3 hari di Tawangmangu Karanganyar. Workshop itu selain melakukan evaluasi program LPTP tahun 2019 juga menyusun perencanaan kerja pereode 2020. Berdasarkan itu BP LPTP melaporkan kinerja beragam programnya dan juga perencanaan kerjanya tahun ini.

Tiga badan usaha yang ada di lingkungan Yayasan LPTP  yakni PT Susdec LPTP,  PT Biosan Mandiri dan CV Technosan juga melaporkan kinerjanya tahun 2019. Capaian kerjanya disampaikan oleh para direktur masing-masing unit usaha LPTP itu. Para komisaris PT Dewats LPTP  dan PT Biosan Mandiri juga hadir dalam rapat kerja tahunan ini. Progress report  finansial masing-masing badan usaha itu juga dipaparkan.

Banyak hal yang dibahas dalam rapat kerja tahunan ini baik itu program di bawah Badan Pengurus maupun unit bisnis di lingkungan YLPTP.  Rapat juga membahas startup baru di LPTP. Startup  baru di Yayasan LPTP yang akan segera dilaunching adalah Akademi Komunitas Adiyasa (AKA). AKA merupakan unit pendidikan yang diharapkan dapat berkembang baik pada masa mendatang.  Selain itu juga membahas pengembangan Kaliboto Green Institut  (KGI) dan rintisan pendirian lembaga sertifikasi  kompetensi.  KGI sebenarnya sudah dirintis cukup lama dan tinggal mengembangkan lebih pesat lagi.

Pada hari kedua rapat kerja tahunan ini,  Dewan Pembina menyelenggarakan rapat  terbatas sendiri.  Selanjutnya hasilnya menjadi kebijakan atau keputusan dari Dewan Pembina  yang mengikat  unit-unit di bawah Yayasan LPTP.

***

]]>
http://lptp.or.id/rapat-kerja-tahunan-dewan-pembina-yayasan-lptp/feed/ 0 1106